Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah meminta jajarannya melakukan kesiapsiagaan terhadap bencana sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) yang berlaku.
Hal itu disampaikan saat menanggapi peringatan dini BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) terkait prakiraan cuaca di wilayah Jabodetabek, dalam beberapa hari ke depan.
"Ya, situasi terkini tadi pagi memang ada informasi dari BMKG bahwa curah hujan akan turun di lima wilayah. Jakarta Barat sendiri juga mendapatkan potensi dari dampak air pasang laut (rob). Kemudian, yang menjadi perhatian kita, terkait Standar Operasi Prosedur (SOP) yang dilakukan bersama semua jajaran, baik unsur teknis dan lapangan," ujarnya saat meninjau longsor sheetpile Kali Angke, di RW 10 Kelurahan Rawa Buaya, Kamis (26/3).
Dijelaskan Iin, kesiapsiagaan sesuai SOP tentunya berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing UKPD teknis, mulai dari pra bencana, hingga pasca bencana.
"Sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing UKPD bergerak semua, seperti penanganan sampah, sedimen lumpur saluran, sampai jadwal piket. Sebelumnya, tahapan pra. Kalau bencana itu kan ada pra (sebelum), seperti kerja bakti, mitigasi sampai rekayasa lalu lintas (Lalin)," ucapnya.
Untuk rekayasa Lalin, lanjut Iin Mutmainnah, penting dilakukan sehingga pengguna jalan tidak terjebak dalam kondisi bencana.
Khusus untuk Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakbar, Iin Mutmainnah mengingatkan agar memonitor sejumlah wilayah rawan genangan dan banjir dengan melakukan pengurasan sedimen lumpur saluran air.
"Hari ini Sudis SDA Jakbar langsung turun pada titik-titik potensi rawan bencana, dimana saluran air dan kali telah dilakukan pengerukan, serta teman-teman (SDA) telah memonitor langsung wilayah rawan banjir dan genangan," tambahnya. (why)






