Menyambut HUT ke-499 Kota Jakarta, Festival Akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa, kebudayaan Kamal Jakarta Barat digelar di Taman Pandawa, RT 8 RW 02 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Minggu (21/6).
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan pihaknya mengapresiasi pada panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut.
"Ini luar biasa karena akulturasi budaya kental banget, bahwa di Jakbar sangat luas banget kebudayaan dan masyarakat yang guyub dan rukun," kata Iin mengawali sambutan.
Selain merayakan HUT ke-499 Jakarta, dijelaskan Iin, bahwa makna kegiatan ini terdiri dari dua adat budaya Betawi dan Tionghoa. Pertama, Betawi sama sama menjunjung etika sopan santun pada orangtua, yang ini terus dilestarikan.
"Kalau di Betawi ada silat dan ini melambangkan perjuangan yang menyambut keberanian, kedua betawi ada pantun, dengan pantun dapat menjadi kekuatan dan keberuntungan," tuturnya.
Lebih lanjut diutarakan Iin, budaya Betawi dan Tionghoa mempunyai keberagaman yang cerah dan melambangkan semangat membangun wilayah.
"Insya Allah tiap tahun ramai dan jadi tempat berkumpulnya warga. Kami harapkan Kota Jakbar bisa menjadi kota yang aman dan nyaman untuk warga, mudah-mudahan semangat HUT kota Jakarta kita jaga lebih baik lagi," tandasnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Betawi, Mujamil, menjelaskan, mengatakan festival tersebut menjadi salah satu agenda untuk memeriahkan peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
βAcara ini merupakan salah satu dari rangkaian agenda kemeriahan perayaan HUT DKI yang berlangsung di berbagai penjuru kota. Kami mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan menikmati berbagai kegiatan yang telah disiapkan, di Taman Pandawa RW 02β ujarnya.
Festival tersebut menampilkan kolaborasi budaya Betawi dan Tionghoa melalui aneka pertunjukan seni tradisional serta berbagai atraksi budaya, dan barongsai yang mencerminkan harmoni dan akulturasi yang telah tumbuh di Jakarta selama bertahun-tahun.
Di sisi lain, Lurah Kamal, Edy Sukarya mengungkapkan,
kota Jakarta sebagai kota inklusif ini adalah kota yang terbuka. Yakni dengan menerima berbagai suku secara majemuk.
"Begitu juga dengan budayanya. Kita tahu dalam sejarah bahwa Betawi menerima beragam macam budaya, baik lokal Nusantara maupun internasional. Ada budaya Belanda, ada budaya Arab, ada budaya Portugal, dan lain sebagainya. Jadi Betawi ini seperti miniaturnya budaya dunia," tandasnya.
Sebagai informasi, Festival Akulturasi Budaya Betawi Tionghoa dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jakbar, Iin Mutmainnah ditandai dengan pemukulan gong. Hadir mendampingi Tokoh Masyarakat Betawi, Muzamil, Askesra Jakbar, Depika Romadi, Camat Kalideres, Ziki Zulkarnaen, Lurah Kamal, Edi Sukarya dan tokoh masyarakat lainnya. (Izu)





