Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat mengharapkan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dapat meningkatkan kualitas haji pasca haji, sekaligus kualitas keislaman dan sosial - ekonomi umat.
"IPHI memiliki peran strategis sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan umat, khususnya bagi para jemaah haji yang telah menunaikan ibadah haji maupun yang sedang mempersiapkan diri. IPHI diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesalehan pribadi dan kesalehan sosial-ekonomi, serta menjaga nilai-nilai kemabruran haji agar terwujud dalam kehidupan sehari-hari," ujar Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, pada kegiatan pelantikan dan pengukuhan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) masa bakti 2025-2030 di Masjid Assahara, Kompleks Kantor Wali Kota Jakbar, Rabu (11/2).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Setko Jakbar, Amien Haji, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, Miftah, Ketua Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) DKI Jakarta, H. Iwan Irawan Kara, Ketua Pengurus Daerah IPHI Jakarta Barat, Dr. H. Abdul Rosyid, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat, KH Agus Salim, perwakilan MUI Jakbar, alim ulama, tokoh agama dan masyarakat.
Lebih lanjut Iin Mutmainnah menuturkan bahwa ibadah haji bukan sekadar ibadah fisik saat prosesi di Tanah suci, melainkan yang terpenting implementasi dari dan makna haji mabrur dan mabrurah ketika kembali ke Tanah Air. Karena di Tanah Air inilah dinamika dan ujian yang sebenarnya.
"Oleh karena itu, IPHI diharapkan menjadi wadah untuk menyatukan kembali semangat tersebut," ujarnya.
Meski begitu, lanjut Iin Mutmainnah, dirinya bersyukur bahwa IPHI menjadi wadah pemersatu dan menjaga semangat kemabruran serta bersinergi membantu program-program pembangunan Pemkot Jakarta Barat, termasuk dalam menangani berbagai masalah di Jakarta Barat.
Dalam kesempatan itu, Iin Mutmainnah kerap menyampaikan perumpaan tentang Cek Iman Gratis.
"Jika cek kesehatan gratis (CKG) sudah tersedia di mana-mana, namun 'Cek Iman Gratis' (CIG) sering kali terlupakan. Padahal, CIG bisa dilakukan setiap hari dengan datang ke masjid, menemui kiai, ustaz, atau ulama untuk mempertebal iman. IPHI dapat berperan membantu mengecek dan membina iman masyarakat, khususnya bagi para anggota persaudaraan haji ini." tambahnya.
Sebelumnya, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, Miftah menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Haji masih dalam masa transisi. Karena mulai berpisah dengan Kementerian Agama Kota Jakarta Barat.
Meski begitu, lanjut Mitfah, ada kendala yang dihadapi dalam masa transisi tersebut. Salah satunya, kekurangan sumber daya manusia.
"Saat ini kami hanya dibantu tiga orang dari Kementerian Agama, itu hanya berdasarkan surat tugas, bukan SK PHU (Penyelenggara Haji dan Umrah," ujarnya.
Tantangan lainnya adalah terkait anggaran. Kementerian Haji belum memiliki anggaran definitif, sehingga pembayaran gaji dan tunjangan kinerja (tukin) mengalami keterlambatan.
"Kami menerima itu sebagai bagian dari risiko masa transisi pemisahan antara Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jakbar dengan Kementerian Agama Kota Jakbar," jelasnya. (why)






