Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono menghadiri pelantikan pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang berlangsung di Ruang Soewiryo Kantor Wali Kota, Rabu (29/7).
Dalam sambutannya, Yuli Hartono mengingatkan bahwa amanah yang diemban pengurus baru merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga integritas dan profesionalisme sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Yuli berharap insan pers dapat terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Amanah yang diemban merupakan tanggung jawab untuk menjaga integritas dan profesionalisme sesuai kode etik jurnalistik. Kami berharap wartawan bisa terus bersinergi dengan Pemkot Jakarta Barat," ujar Yuli Hartono.
Sementara itu, Ketua Pokja PWI Jakarta Barat, Bambang Gatot Subroto, mengatakan kepengurusan yang baru menjadi tantangan dunia pers semakin kompleks, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi dan media digital.
Dijelaskan Bambang, Pokja PWI Jakarta Barat akan terus meningkatkan kualitas organisasi sekaligus menjaga etika jurnalistik dalam menjalankan tugas-tugas kewartawanan.
"Kami menyadari tantangan ke depan semakin kompleks. PWI Jakarta Barat akan terus meningkatkan kualitas organisasi, menjaga etika jurnalistik, serta memperkuat koordinasi dan menjalin hubungan yang baik dengan Pemkot Jakbar," terangnya.
Lebih lanjut, Bambang juga mengajak seluruh anggota Pokja PWI Jakarta Barat untuk menjaga kekompakan demi menjalankan roda organisasi secara optimal.
"Mari kita saling menjaga kekompakan. Saya berharap dukungan dari seluruh anggota agar dapat menjalankan roda organisasi dengan baik," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, menilai tantangan pers saat ini semakin berat dengan pesatnya perkembangan media sosial yang memungkinkan setiap orang menjadi penyebar informasi.
Meski demikian, menurut Kesit, pers profesional tetap memiliki peran yang tidak dapat digantikan karena bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik dan proses verifikasi yang ketat.
"Tantangan kita semakin berat dengan hadirnya media sosial. Pers harus tampil berbeda dengan netizen karena pers memiliki kode etik dan proses verifikasi. Sebagai pilar keempat demokrasi, pers memiliki tanggung jawab besar sebagai kontrol sosial," ujar Kesit.
Ia berharap kepengurusan baru Pokja PWI Jakarta Barat dapat lebih aktif membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat tanpa mengurangi independensi pers.
"Mudah-mudahan dengan pengurus baru, PWI Jakarta Barat semakin aktif dan giat menjalin kolaborasi dengan Pemkot Jakarta Barat. Wartawan adalah mata dan telinga masyarakat. Bersinergi dengan pemerintah itu penting, tetapi tetap harus profesional dan menyampaikan kritik yang konstruktif," pungkasnya.
Sebagai informasi, Selain Pelantikan Pengurus Pokja PWI Jakarta Barat juga memberikan santunan pada 20 anak yatim. Dilanjutkan pemotongan pita tanda peresmian kantor sekretariat baru di Gedung Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Barat. (Hfz/Izz)






