Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, membuat galon bekas dan sampah botol plastik menjadi perahu hias untuk mengikuti rangkaian Festival Cinta Lingkungan (Cilung) yang dijadwalkan pada Oktober 2026 mendatang.
Pembuatan perahu hias dilakukan petugas dengan bergotong royong. Perahu besar tersebut mengusung tema burung merak dengan bagian badan menggunakan material barang bekas dan sebagian besar ornamen perahu dibuat dengan memanfaatkan sampah berupa botol plastik bekas dan galon kemasan.
Menurut Pemantau Kecamatan Kembangan UPS Badan Air, Luffih, pembuatan perahu hias dimulai sejak sekitar satu bulan lalu. Saat ini pengerjaannya telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026 mendatang.
“Kalau untuk target pembuatan mudah-mudahan akhir bulan ini selesai. Pengerjaan saat ini hampir 70 persen,” ungkap Luffih, Kamis (20/8).
Lebih lanjut dijelaskan, burung merak dipilih karena dinilai memiliki filosofi keindahan dan keberagaman warna. Filosofi tersebut kemudian dituangkan dalam desain perahu hias yang sedang dikerjakan. “Burung merak itu filosofinya yang saya lihat indah, penuh banyak warna. Menggambarkan keindahan warna,” ujar Luffih.
Ia menyebut, material utama yang digunakan untuk membuat ornamen perahu berasal dari galon kemasan dan botol bekas ukuran besar maupun 600 mililiter. “Hingga saat ini hampir 1.000 galon dan botol bekas telah digunakan. Masih bisa bertambah karena satu galon dapat digunakan untuk membuat beberapa bagian pola bulu burung merak,” katanya.
Luffih mengungkapkan, material bekas tersebut dikumpulkan dari berbagai titik lokasi tempat para petugas bekerja. Galon dan botol yang sudah tidak digunakan kemudian dibersihkan sebelum dimanfaatkan sebagai bagian dari ornamen perahu.
Selain galon dan botol plastic, pihaknya juga memanfaatkan material bekas lainnya, seperti kabel bekas jaringan optik yang dibuang dari proyek. “Botol-botol begini enggak mungkin juga saya beli. Sampai sekarang masih nyari. Mungkin solusinya minta juga sama warga, sama teman-teman yang ada di rumah,” katanya.
Kendati terkendala material, proses pengerjaan terus dilakukan secara gotong royong oleh para petugas UPS Badan Air Kecamatan Kembangan. Seluruh proses pembuatan perahu hias tersebut dikerjakan oleh petugas.
Luffih menambahkan, untuk penggerak perahu nantinya akan menggunakan mesin seperti yang biasa digunakan pada kapal penyisiran sampah. “Mesinnya itu kayak mesin motor boat. Karena mesin kapal itu buat penyisiran sampah,” pungkasnya. (Aji)





