Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah merasa optimis ketiga kelurahan yang mengikuti penilaian Benyamin S Award memberikan point lebih untuk bisa berprestasi. Karena ketiga kelurahan yakni Kelurahan Srengseng, Sukabumi Utara, dan Taman Sari, menampilkan beraga, potensi wilayah yang berbeda namun memiliki satu kesamaan yakni kerukunan ditengah keberagaman.
"Ini menunjukkan keberagaman yang ada di Jakarta Barat, ditunjukkan dengan kerukunan dan juga dengan banyaknya interaksi serta aktivitas masyarakat yang muncul dari kearifan lokal," katanya saat dikonfirmasi pada kegiatan penilaian oleh tim juri BSA Tahun 2026 di Kelurahan Taman Sari, Kamis (8/10).
Dilanjutkan Iin, dalam penilaian BSA Tahun 2026, tiga kelurahan menampilkan festival budaya. Diawali dari Kelurahan Srengseng yang menampilkan Festival Hutan Kota Srengseng.
"Festival ini mencerminkan keterpaduan program yang terintegrasi, seperti gerakan pilah sampah, wisata edukasi, wisata konservasi hutan, pembelajaran lingkungan hidup dan juga aktivitas budaya Betawi," ujarnya.
Kemudian Kelurahan Sukabumi Utara menampilkan Kelurahan Sukabumi Utara mengangkat Festival Wisata Global di Kampung Budaya Betawi. Warga memanfaatkan lahan terbatas untuk urban farming, termasuk pekarangan, taman, dan lahan pemakaman tanah wakaf.
"Festival ini menampilkan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut yang sudah ada sejak nenek moyang untuk bercocok tanam. Tidak hanya untuk penghijauan, mereka juga memanfaatkan ruang terbatas untuk menanam tanaman produktif melalui konsep urban farming, seperti tanaman buah, Toga dan hias," jelasnya.
Konsep urban farming yang dilakukan warga Sukabumi Utara, tak hanya memanfaatkan lahan pekarangan dan taman, tapi juga area pemakaman tanah wakaf yang banyak terdapat di lingkungan mereka.
Selain itu juga, Iin menjelaskan, ada budaya kearifan lokal seperti silat cingkrik dan sanggar tari, serta beragam festival yang telah rutin digelar setiap tahun seperti Festival Bandeng Rawa Belong dan Festival Bunga.
"Di Sukabumi Utara ada juga pusat pasar bunga atau anggrek dan ikan cupang. Artinya, memang ikon Jakarta Barat ikan cupang dan anggrek itu ada di Rawa Belong," tambahnya.
Iin menambahkan, terakhir yaitu Kelurahan Taman Sari, lanjut Iin, yang menampilkan keanekaragaman etnis budaya tapi rukun dan harmonis. "Kawasan Taman Sari, memiliki jejak sejarah perkembangan Jakarta sejak era kolonial yang dihuni multietnis tak hanya dari dalam negeri, tapi juga Asia dan Eropa," tukasnya.
Meski terpaut jangka waktu yang cukup panjang, dari generasi ke generasi berikuutnya, naun keturunan Tionghoa, Eropa, India, Arab serta berbagai etnis dari Indonesia, masih ada dan hidup harmonis di wilayah Taman Sari.
Menurutnya, keberagaman itu tetap mampu membangun kehidupan harmonis yang berdampak langsung dalam meningkatkan kebahagiaan masyarakat dan meningkatkan angka harapan hidup mereka.
"Bismillah, tiga-tiganya juara. Insya Allah ya, karena warganya sangat semangat dan mendukung. Terima kasih seluruh warga dan seluruh komponen masyarakat," tambahnya. (why)





