Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membahas tiga isu utama dalam rapat terbatas (Ratas) di Aula Kantor Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (3/11). Ketiga isu tersebut meliputi penanganan banjir, pelebaran jalan, dan peningkatan kapasitas pengolahan sampah di TPS 3R Meruya Selatan.
"Saya ingin menyampaikan, kebetulan kami barusan selesai rapat pembahasan di Kantor Kecamatan Kembangan. Di Kecamatan Kembangan ini ada tiga isu utama, yakni berkaitan banjir, kemacetan atau perluasan jalan, dan TPS 3R Meruya Selatan," ujar Pramono saat meninjau pembangunan sarana dan prasarana Kali Angke Segmen Permata Buana, RT 013/RW 09, Kembangan Utara.
Terkait penanganan banjir, Pramono memastikan pembangunan sheet pile atau turap sepanjang 2,3 kilometer oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tetap dilanjutkan.
Sementara itu, mengenai kemacetan, Pemprov DKI menyetujui rencana pelebaran Jalan Joglo Raya. Namun, proses pengerjaannya diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2028.
"Memang mungkin tidak selesai di tahun 2027. Untuk pelebaran dan sebagainya mungkin perlu waktu sampai dengan 2028," jelasnya.
Adapun terkait TPS 3R Meruya Selatan, Pramono menilai kapasitas pengolahan sampah perlu ditingkatkan. Saat ini, kapasitas TPS tersebut mencapai 7,3 ton, tetapi volume sampah yang diolah setiap hari baru sekitar 3,5 hingga 4 ton.
Menurutnya, peningkatan pengolahan sampah dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pihak swasta, sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Masyarakat Mengolah dan Memilah Sampah pada Sumbernya.
"Betul-betul TPS 3R sekarang ini kita dorong dan kita izinkan untuk dikerjasamakan dengan pihak swasta," ujarnya.
Pramono mencontohkan pengelolaan TPS 3R di Menteng Atas dan Kelapa Gading yang dinilai mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
Ia pun mempersilakan pengelolaan TPS 3R Meruya Selatan dikerjasamakan dengan pihak swasta selama memberikan manfaat signifikan dalam mengurangi volume sampah di Jakarta.
"Kami persilakan selama itu memberikan manfaat bagi pengurangan sampah secara signifikan di Jakarta ini. Itu dua hal yang ingin kami sampaikan," pungkasnya.
Rapat terbatas tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. (why)





