Suku Dinas Sosial Jakarta Barat telah menjangkau sebanyak 813 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sepanjang tahun 2026.
"Selama lima bulan, dari Januari hingga Mei 2026, total PPKS yang sudah dijangkau sebanyak 813 orang,” sebut Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono, Rabu (3/6).
Diungkapkan Fajar, dari 813 PMKS itu yang paling banyak pak ogah yakni gelandangan 213 orang, kemudian pak ogah 176, dan psikotik/ODMK 173 orang. Adapun hasil penjangkauan per bulan, Januari 143 orang, Februari 203, Maret 139, April 168 dan Mei 160 orang
Lebih lanjut Fajar menjelaskan, penjangkauan dilakukan di sejumlah titik di wilayah Jakarta Barat. antara lain, Terminal Kalideres, flyover Cengkareng, flyover Slipi, flyover Tomang, flyover Grogol, flyover Jembatan Dua dan sekitar kawasan Kota Tua.
Pihaknya juga telah menempatkan posko Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di lokasi-lokasi tersebut. Sebagian besar PPKS dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan pembinaan dasar melalui asesmen petugas.
Ia menambahkan, untuk PPKS asal dari Jakarta namun tidak memiliki keluarga, maka akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan.
"Perujukkan pembinaan sesuai dengan klasifikasi hasil asesmen. Jika ada PPKS bukan berasal dari DKI Jakarta, maka PPKS tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal," ujar Fajar. (Aji)






