Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat telah menjangkau 1.377 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama periode Januari hingga pekan pertama Oktober 2026.
Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono, mengatakan penjangkauan dilakukan sebagai upaya memberikan penanganan dan pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
βDari Januari hingga awal Oktober 2026, total yang dijangkau sebanyak 1.377 orang PMKS,β kata Fajar saat dihubungi, Selasa (6/10).
Berdasarkan data Sudinsos Jakarta Barat, gelandangan menjadi kelompok yang paling banyak dijangkau, yakni 414 orang. Selanjutnya, kelompok psikotik/ODMK sebanyak 330 orang dan pak ogah sebanyak 184 orang.
Adapun jumlah penjangkauan setiap bulan tercatat sebanyak 143 orang pada Januari, 203 orang Februari, 139 orang Maret, 168 orang April, 160 orang Mei, 137 orang Juni, 169 orang Juli, 133 orang Agustus, 120 orang September, dan lima orang hingga 5 Oktober 2026.
Fajar menjelaskan, penjangkauan dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di sejumlah titik yang dinilai rawan keberadaan PMKS di wilayah Jakarta Barat.
Beberapa lokasi penjangkauan antara lain kawasan Flyover Tomang, Slipi, Grogol, Jembatan Dua, Cengkareng, sekitar Kota Tua, serta Terminal Kalideres.
Sebagian besar PMKS yang terjangkau kemudian dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan pembinaan dasar. Setibanya di panti, mereka menjalani asesmen oleh petugas guna menentukan bentuk penanganan selanjutnya. (Aji)





