Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Barat menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengembangan ekonomi kreatif tahun 2026, di Ruang Rasamala 3, Hotel Aston Kartika Grogol, Jalan Kyai Tapa 101, Grogol Petamburan, Selasa (21/4).
"Ada 150 pelaku ekonomi kreatif, para Jakpreneur pemula dari berbagai sub sektor ikut dalam bimtek ini," sebut Kasudis Parekraf Jakbar, Sherly Yuliana.
Menurutnya, usaha para Jakpreneur pemula perlu didorong melalui promosi di panggung digital.
"Mereka sebenarnya sudah punya bisnis, namun mereka masih dalam bentuk home industry yang perlu mendapatkan penguatan promosi dalam bentuk digital," katanya.
Lebih lanjut dikatakan Sherly, pada bimtek tersebut peserta diberikan tips dan metode agar produk mereka terekspos.
"Tadi narasumbernya itu bagus-bagus sudah memberikan petunjuk-petunjuk agar produk-produk mereka itu bisa lebih terekspos dan tips-tipsnya," ujarnya.
Kasi Ekonomi Kreatif Sudis Parekraf Jakbar, Dwi Lestari, mengatakan penguatan kapasitas digitalisasi ekonomi dilakukan melalui bimtek cara memasarkan produk pelaku usaha pada beragam loka pasar (marketplace).
"Kemudian juga cara pemasaran lewat media sosial. Peserta kita kan kebanyakan ibu-ibu hany baru sebatas buka pre order (PO). Belum sampai promo atau penjualannya melalui marketplace atau media sosial," ungkapnya.
Selain digitalisasi metode pemasaran, para peserta juga didorong untuk membuat Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk memperkuat legalitas usahanya.
"Jadi soal legalitas itu juga disinggung tadi, dan juga soal penggunaan Qris sebagai metode pembayaran. Itu kan digitalisasi juga yang mempermudah transaksi," ujarnya.
Ia menambahkan, untuk tetap bisa memantau perkembangan para peserta, setelah bimtek pihaknya membuat grup-grup pendampingan.
"Dalam setiap grup ada petugas pendamping wirausaha kita. Secara berkala, akan kita minta pembaharuan usaha pelaku ekonomi kreatif ini, ada G-Form yang harus diisi. Nanti mereka update link media sosial," jelasnya.
"Yang tadi enggak punya jadi punya. Link marketplace-nya apa. Dan kita lihat, kita kurasi lagi. Apabila ada produk dari binaan Jakarta Barat yang bagus, bisa ikut lanjutan di tingkat provinsi," katanya. (Aji)





