Suku Dinas Bina Marga (SDBM) Jakarta Barat melakukan penataan kabel udara di kawasan Jalan Kusuma Raya, wilayah Kelurahan Jelambar Baru dan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan.
Penataan kabel udara dengan merelokasi jaringan utilitas ke bawah tanah di jalan tersebut panjangnya sekitar 1,5 meter. Untuk mempercepat proses relokasi jaringan kabel, pengerjaan mengerahkan sekitar 18 personel Satuan Tugas (Satgas) SDBM Jakbar, lima personel vendor dan enam operator utilitas.
Pengendali Prasarana dan Sarana Utilitas Kota (PSUK) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) SDBM Jakbar, Suhadi, menjelaskan penataan tersebut merupakan bagian dari program Pemprov DKI Jakarta untuk memindahkan jaringan utilitas dari atas permukaan jalan ke bawah tanah.
"Kami dari Sudis Bina Marga Jakarta Barat melaksanakan relokasi jaringan utilitas yang sebelumnya berada di kabel udara di Jalan Kusuma Raya sepanjang kurang lebih 1.500 meter," sebut Suhadi saat dikonfirmasi, Jumat (3/7).
Ia mengungkapkan, penataan dilakukan karena masih banyak kabel udara yang menggelantung dan tidak tertata rapi di sejumlah ruas jalan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga sering dikeluhan warga melalui pengaduan langsung maupun aplikasi SRM (Citizen Relation Management).
"Karena itu kami bertekad merapikan seluruh kabel udara yang semrawut di wilayah Jakarta Barat," ujarnya.
Suhadi menyebut, Jalan Kusuma Raya jadi lokasi keempat dari total enam titik penataan kabel udara yang masuk dalam program relokasi. Sebelumnya, pekerjaan serupa telah dilakukan di wilayah Kecamatan Kalideres, Kembangan, Kebon Jeruk, dan Palmerah.
Adapun dua lokasi yang masih akan ditangani berada di Jalan Puri Kembangan dan Jalan Letjend Katamso, Palmerah.
"Masih ada dua lokasi lagi yang akan kami kerjakan. Rencananya setelah ini pekerjaan akan dilanjutkan pekan depan," ungkapnya.
Ia menambahkan, panjang penataan kabel di tiap lokasi berbeda-beda, menyesuaikan kondisi lapangan. Penataan terpanjang sejauh ini dilakukan di wilayah Kalideres dengan yang mencapai sekitar lima kilometer.
Ke depan, seluruh jaringan utilitas diharapkan dapat dipindahkan ke bawah tanah, sehingga tidak lagi terdapat kabel yang menggantung di atas jalan. Selain untuk keselamatan pengguna jalan, langkah tersebut juga diharapkan memperindah wajah kota.
"Mudah-mudahan kecelakaan yang disebabkan kabel udara semrawut dapat dihindari. Di samping itu, estetika dan keindahan kota juga semakin terjaga, khususnya di wilayah Jakarta Barat," pungkasnya. (Aji)





