Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat melalui Sudin Sosial melakukan pengawasan sejumlah titik rawan Pemerlu Pelayanan Kesejahtera Sosial (PPKS) di kawasan Grogol dan Tomang, Jakarta Barat, Kamis (19/2) malam.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono mengatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti salah satu hasil pembahasan dalam audensi antara mahasiswa Trisakti dan Esa Unggul dengan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah bersama jajaran. Salah satunya kerawanan PPKS pada dua titik kawasan yakni Grogol dan Tomang, Jakarta Barat.
"Malam itu juga kami langsung TL (Tindak lanjut) dengan melakukan pengawasan pada titik rawan PPKS. Hasilnya, tidak ada PPKS," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (20/2).
Lebih lanjut, Fajar Laksono menyebutkan pemantauan dan pengawasan melibatkan 5 petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudis Sosial Jakarta Barat. Mereka menjalani tugas sejak sore hingga malam hari, bahkan saling mem-backup antara tim P3S Sudis Sosial, team mobile TRC, serta titik titik jaga di Grogol dan Tomang.
"Jadi kegiatan pemantauan dan pengawasan ini menjadi rutin dilakukan setiap malam pada lokasi rawan PPKS. Malam itu, kami lakukan penebalan sebagai tindaklanjut audiensi tersebut," tutur Fajar Laksono.
Terkait pendataan tuna wisma, Fajar Laksono menambahkan bahwa terkait hal itu menjadi kewenangan di Dinas Sosial DKI Jakarta, bidang rehabilitasi sosial (Resos), yang bertugas menangani pemulangan PPKS di DKI Jakarta.
"Kalau mereka yang menghuni panti itu bukan untuk pemulangan PPKS, tapi menjadi warga binaan panti sosial. Artinya, orang-orang terlantari yang mendapatkan pelayanan kami di panti," tambahnya. (why)






