Sebanyak empat rumah warga di RT 08/RW 12, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang terdampak pembangunan rumah pompa Kali Apuran, telah dikosongkan dan dibongkar pada Jumat (9/10). Para pemilik rumah sepakat direlokasi ke Rumah Susun (Rusun) Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng Timur.
Camat Cengkareng, Suhardin, mengatakan penataan kawasan hilir Kali Apuran merupakan bagian dari program penanganan banjir. Di lokasi tersebut direncanakan pembangunan rumah pompa untuk mengalirkan air dari Kali Apuran menuju Cengkareng Drain.
“Dari pendataan kami, ada sebanyak 31 bangunan atau rumah warga yang terdampak. Mereka telah kami tawarkan untuk relokasi,” ujar Suhardin saat ditemui di lokasi.
Menurut Suhardin, awalnya warga ditawari relokasi ke sejumlah rusun di Jakarta Timur, termasuk Rusun Rawa Bebek. Namun, tawaran tersebut ditolak karena lokasinya dinilai terlalu jauh. Sebagai alternatif, Pemkot Jakarta Barat menyiapkan Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng Timur yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka sebelumnya.
Untuk memberikan gambaran langsung mengenai hunian pengganti, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengajak 25 pemilik bangunan mengunjungi Rusun Cinta Kasih Tzu Chi pada Rabu (30/9) lalu.
Berdasarkan kesepakatan, warga diberi waktu dua pekan untuk membongkar bangunan secara mandiri. Pemerintah juga membantu tenaga dan pengangkutan barang selama proses pembongkaran serta pemindahan ke rusun.
“Hari ini petugas kami membongkar sebanyak empat bangunan dan membantu mereka pindahan. Mereka langsung masuk ke Rusun Cinta Kasih Tzu Chi,” kata Suhardin.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kecamatan Cengkareng, Sukarlan, mengatakan sebanyak 102 petugas gabungan dari unsur Satpol PP, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, dan PPSU dikerahkan untuk membantu proses relokasi serta pembongkaran bangunan yang telah dikosongkan.
“Untuk sisanya, rencananya pindah bersama pada Rabu pekan depan. Kami siap membantu warga memindahkan barang dan membongkar bangunan mereka,” ujarnya.
Di sisi lain, salah seorang warga RT 08 RW 12 Kapuk, Andri Sudiarto, mengaku mendukung program penanganan banjir tersebut dan bersedia direlokasi. Ia juga menilai penyediaan hunian pengganti memberikan kemudahan bagi keluarganya.
“Saya sudah 25 tahun tinggal di sini. Namun, karena memang sudah menjadi program pemerintah, kami mendukung,” tuturnya. (why)





