Warga lingkungan RW 04 Kelurahan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, melakukan persiapan untuk mengantisipasi penghentian sementara pasokan air bersih oleh PAM Jaya yang dijadwalkan berlangsung mulai Jumat (5/6) malam.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga menyiasati keterbatasan tempat penampungan air di rumah masing masing dengan memanfaatkan berbagai wadah, seperti ember hingga galon air mineral, mengingat proses pemulihan aliran air diprediksi memerlukan waktu secara bertahap.
Yusuf (50), warga RT 09 RW 04 Jati Pulo, mengaku menggunakan galon air mineral kosong untuk menampung air bersih karena tidak memiliki fasilitas tandon atau toren air di rumahnya.
"Paling ya galon saja kita siapin lagi lebih banyak. Soalnya kita enggak pakai toren. Kalau galonnya kosong, ya kita siapin lagi," ujarnya, Jumat (5/6) pagi.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, Murtini (48), yang mengaku memiliki toren air berkapasitas 1.000 liter. Ia mengungkapkan mendapat informasi terkait rencana penghentian air PAM sejak beberapa hari lalu melalui pengumuman pengurus RW setempat dan pesan berantai WhatsApp (WA).
Meski telah mengisi penuh toren miliknya, Murtini mengaku tetap khawatir pasokan tersebut kurang karena saat ini rumahnya sedang proses renovasi pasca kebakaran yang membutuhkan banyak air untuk pengecoran.
"Kebutuhan saya masih banyak, itu buat bangunan rumah belum selesai untuk ngecor. Kalau untuk mencuci pakaian sementara dialihkan ke jasa laundry. Terutama ya untuk mandi, kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Murtini berharap durasi penghentian pasokan air tidak berlangsung lama atau setidaknya ada bantuan armada mobil tangki air yang disiagakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Menanggapi hal tersebut, Ketua RW 04 Jati Pulo, Maulana Sani, mengatakan pihaknya siap berkoordinasi dengan PAM Jaya apabila warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
"Kalau mobil tangki biasanya kita pengajuan ke PAM, baru datang. Seperti sebelumnya, kita pasti akan panggil kalau memang membutuhkan," ungkap Maulana melalui pesan singkat.
Sebelumnya, PAM Jaya mengumumkan penghentian sementara pasokan air di 45 kelurahan di Jakarta yang dijadwalkan mulai Jumat (5/6) pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (6/6) pukul 01.00 WIB.
Direktur Teknik PAM Jaya, Akhmad Santika, menjelaskan penghentian tersebut disebabkan oleh adanya pekerjaan pemeliharaan pada gardu listrik milik PT PLN (Persero) yang menjadi sumber pasokan energi untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I. Pemeliharaan dilakukan usai tim PLN mendeteksi adanya bunyi desis pada gardu SN45 saat inspeksi pada 25 Mei 2026 lalu.
"Hal ini kemudian diinformasikan dan harus segera dilakukan pemeliharaan karena dikhawatirkan akan terjadi dampak yang lebih parah lagi sehingga dapat menyetop suplai listrik ke IPA Pejompongan I," kata Santika dalam konferensi pers di Gedung PAM Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).
Santika menambahkan, meskipun pemeliharaan gardu hanya berlangsung selama dua jam, proses pemulihan distribusi air ke pelanggan akan terjadi secara bertahap karena membutuhkan waktu untuk mengisi kembali jaringan pipa yang kosong.
"Berdasarkan pengalaman, recovery ke titik yang terjauh bisa sampai 2x24 jam. Bahkan pernah pengalaman kami sampai lima hari untuk mencapai titik yang paling jauh," pungkasnya.
Untuk mempercepat proses normalisasi, PAM Jaya berkomitmen mengoperasikan IPA Pejompongan I, IPA Pejompongan II, dan IPA Buaran I dengan debit maksimal selama 6 hingga 8 jam pasca pemeliharaan selesai dilakukan. (Aji)






