Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menyiapkan pembangunan embung seluas sekitar 1.500 meter persegi di lingkungan RT 06 RW 01 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng.
Embung disiapkan sebagai penampung air untuk mengurangi banjir dan genangan yang kerap terjadi di kawasan RW 01 Rawa Buaya. Lahan yang akan digunakan untuk embung tersebut asset milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan lokasi tersebut dinilai sangat strategis karena merupakan salah satu kawasan yang pertama tergenang saat hujan dan paling lama surutnya.
"Saat musim hujan, area inilah yang paling pertama tergenang air dan surutnya paling terakhir," ujar Iin saat meninjau lokasi bersama jajarannya, Jumat (11/9).
Menurutnya, kondisi lahan yang relatif rendah membuat lokasi tersebut cocok dijadikan embung. Keberadaan embung diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi titik banjir dan genangan di wilayah Rawa Buaya.
"Posisinya sangat rendah dan strategis untuk mengurangi titik banjir serta genangan secara signifikan," jelas Iin.
Diungkapkan Iin, rencana pembangunan embung di lokasi tersebut telah disampaikan dalam rapat pimpinan gubernur (Rapimgub). Namun, sebelum pembangunan dimulai, pihaknya masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan administrasi dan teknis.
"Proyeksinya dilakukan secara bertahap. Secara administrasi, pada hari Selasa nanti Biro PLH akan mengadakan rapat dengan mengundang semua tim, UKPD, dan OPD terkait untuk memastikan batas asetnya terlebih dahulu," ungkapnya.
Setelah batas aset dipastikan, Dinas SDA DKI dan Sudis SDA Jakbar akan menyiapkan gambar desain teknis. Selanjutnya, Pemkot Jakarta Barat akan menyusun jadwal pelaksanaan pembangunan. Iin berharap proses tersebut dapat dipercepat mengingat musim hujan diperkirakan segera tiba.
"Kita semua berharap, mumpung ini masih bulan September, sebelum musim hujan datang atau sebelum Desember nanti, proyek ini sudah selesai," ujar Iin.
Diharapkan Iin, nantinya kawasan tersebut tidak lagi menghadapi genangan yang membutuhkan waktu lama untuk surut. Dari Rawa Buaya, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah dan jajaran melanjutkan kunjungan ke lokasi lainnya yang akan dijadikan embung, di Walungan, RW 07 dan 08 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres.
Sementara itu, Kepala Sudis SDA Jakarta Barat, Mustajab, mengungkapkan pembangunan fisik embung belum dilakukan tahun ini. Tahap awal 2026 difokuskan pada penyusunan desain.
"Tahap pertama, tahun ini kita lakukan desainnya dulu. Jadi tahun besok (tahun depan) baru kita lakukan pengerjaan fisiknya, yaitu proses penggalian," jelas Mustajab.
Dijelaskan Mustajab, embung tersebut nantinya tidak dirancang untuk menampung air dari satu kecamatan. Fungsinya lebih spesifik, yakni untuk membantu menampung air di kawasan RW 01 Rawa Buaya.
"Hanya untuk satu RW saja, yaitu RW 01 Rawa Buaya," ujar Mustajab.
Mustajab menjelaskan, embung tersebut berada di sekitar kawasan yang juga direncanakan memiliki fasilitas RPTRA.
"Di sampingnya mungkin ada RPTRA, tetapi akan ada embung yang bisa menampung air ketika terjadi hujan di kawasan RW 01 ini," jelasnya.
Ke depan, Pemkot Jakbar juga mengusulkan sekitar 11 hektare dari total lahan 65 hektare di kawasan Walungan, Kelurahan Kamal untuk dijadikan embung.
"Jadi bagian dari penanganan banjir di kawasan Kamal dan Tegal Alur," pungkasnya. (Aji)





