Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat merelokasi sebanyak 21 KK (kepala keluarga) atau sekitar seratus jiwa warga terdampak pengembalian fungsi lahan makam ke rumah susun (rusun) di Kelurahan Pegadungan dan Kamal, Kecamatan Kalideres, Selasa (10/2).
Dari pantauan di lokasi, sebelum pelaksanaan relokasi, sekitar 150 personel gabungan PPSU, Sudis Tamhut, Sosial, Satpol PP Jakbar, perangkat kecamatan-kelurahan setempat dan SKPD/UKPD terkait mengikuti apel di TPU Tegal Alur yang dipimpin Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono. Selanjutnya personel ke lokasi melaksanakan proses relokasi di lapangan.
Untuk membantu warga memindahkan barang-barang atau perlengkapan rumah, disediakan sebanyak 15 armada truk di lokasi dan empat bus yang mengantar warga ke rumah susun (rusun). Proses pemindahan barang-barang ke truk dibantu petugas PPSU dan unsur lainnya. Sebelum ke rusun, warga yang akan direlokasi juga dicek kesehatannya oleh petugas Puskesmas Kecamatan Kalideres di lokasi.
Selanjutnya, armada truk pengangkut barang-barang rumah warga dan bus yang membawa warga bergerak mengantar ke rusun. Di rusun warga diterima pihak UPRS (Unit Pengelola Rumah Susun) dan mengkuti sosialisasi di ruang serba guna rusun.
Kedatangan warga relokasi ke rusun dimonitor jajaran Pemkot Jakbar. Salah satunya di Rusun Tegal Alur. Di rusun ini prosesnya dipantau Asekbang Jakbar Imron Sjahrin, Anggota DPRD DKI Hilda Kusuma Dewi, Plt Camat Kalideres Raditian Ramajaya beserta jajaran, sejumlah kepala bagian, Lurah Pegadungan Anugerah Sholiha Susilo, perangkat kelurahan setempat dan lainnya.
Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono menjelaskan pengembalian fungsi lahan makam ini merupakan upaya pemerintah dalam menata ruang wilayah agar kembali sesuai peruntukannya, tertib, rapi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“TPU bukan hanya tempat pemakaman, tetapi juga ruang publik yang harus dijaga kelestariannya, ketertiban dan kehormatannya,” ujarnya.
Yuli mengungkapkan proses relokasi mengerahkan seluruh jajaran Pemkot Jakarta Barat dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan agar berjalan lancar dan warga terbantu. Selain dibantu pemindahan barang-barang dan diantar sampai ke rusun, warga juga mendapat sembako dan lainnya. Anak-anak warga yang direlokasi juga sudah difasilitasi pendidikan atau sekolahnya.
“Alhamdulillah sudah tiba waktunya kita untuk membantu warga masyarakat yang menempati pemukiman di lahan TPU Tegal Alur. Hari ini kita akan merelokasi mereka, membawa mereka, saudara-saudara kita ke rumah susun yang sudah disiapkan oleh Dinas Perumahan DKI. Persiapan ini sudah matang, kita lakukan jauh-jauh hari,” ungkap Yuli.
Ia menambahkan, dari 21 KK yang direlokasi, sebanyak 11 KK dari wilayah Kelurahan Pegadungan, dan 10 KK dari Kelurahan Kamal. Mereka direlokasi ke Rusun Tegal Alur, Pesakih/Daan Mogot, Rawa Buaya, PIK Pulogadung, Rawa Sari dan Rawa Bebek. Selama enam bulan ke depan warga juga gratis biaya/retribusi rusun.
“Sekolah anak-anak sudah siap. Jadi sudah kita bantu untuk diurus sehingga pendidikan tidak ada masalah. Kita siapkan bus sekolah untuk kepindahan mereka. Untuk enam bulan dibebaskan dari pada retribusi (rusun), dan itu sudah disepakati oleh provinsi untuk dilaksanakan,” jelas Yuli. (Aji)





