Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat mengapresiasi kegiatan Halal Bihalal Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta yang digelar di Ruang Ali Sadikin, Kantor Wali Kota, Sabtu (18/4).
Hadir Ketua Umum FLO DKI, Juaini Yusuf, Dewan Pembina FLO DKI, Fahira Idris, jajaran pengurus FLO, para pimpinan ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan unsur lainnya.
Mewakili Wali Kota Jakarta Barat, Asisten Pemerintahan (Aspem) Jakbar, Holi Susanto, mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima Allah SWT. Kami mengapresiasi tema yang diangkat hari ini, 'Refleksi Kesucian Idul Fitri dalam Jalinan Silaturahmi yang Bersinergi'," katanya.
Dikatakan Holi, tema tersebut sangat relevan dengan peran Forum Lintas Ormas sebagai wadah pemersatu. Silaturahmi bukan sekadar bertemu muka, tapi merupakan fondasi kuat untuk membangun kolaborasi yang nyata demi kemajuan Jakarta.
Ia berharap FLO menjadi garda terdepan dalam meredam potensi konflik dan menjaga kerukunan antar warga yang sangat heterogen.
“Saya mengajak FLO untuk terus bersinergi dengan program-program Pemerintah Kota. Ormas adalah mitra strategis kami dalam menyentuh lapisan masyarakat yang paling bawah, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun pembangunan lingkungan,” ujar Holi.
Sementara itu, Ketua Umum FLO DKI, Juaini Yusuf mengungkapkan, kegiatan tersebut dihadiri ratusan perwakilan ormas dari berbagai wilayah di Jakarta.
“Pada hari ini yang hadir, alhamdulillah sekitar 300-400 anggota Ormas. Itu mewakili dari sekitar 50 Ormas yang ada di FLO,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, peran FLO tidak hanya berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Organisasi ini menampung aspirasi warga sekaligus menyampaikan kebijakan kepada anggota di tingkat bawah.
Untuk memastikan peran tersebut berjalan optimal, FLO juga melakukan pembinaan internal terhadap ormas yang tergabung, salah satunya melalui verifikasi legalitas organisasi.
“Ya memang dengan adanya FLO ini kami menjaring juga dan kami selalu mengecek keabsahan daripada ormas-ormas yang ada di FLO itu. Itu memang salah satu program kami juga,” ujarnya.
Juaini menambahkan, FLO juga membantu ormas yang belum memiliki kelengkapan administrasi agar dapat memenuhi persyaratan formal.
“Kalau memang yang belum ada keabsahannya nanti Insya Allah kami dukung, kami jembatani ke Kesbangpol maupun ke pihak terkait yang ada hubungannya dengan masalah administrasi keormasan,” katanya.
Selain itu, FLO juga menerapkan pendekatan inklusif dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi ormas untuk bergabung. Hingga saat ini, sekitar 150 ormas telah terdaftar dalam forum tersebut. Menurut Juaini, pendekatan tersebut penting untuk meminimalkan potensi konflik sekaligus memperkuat koordinasi antarorganisasi.
“Jadi ketika ada mereka seandainya yang kurang bagus di Ormasnya, kami ngasih tahu pimpinan bahwa ini enggak sesuai dengan misi-misi yang kita tekankan di FLO DKI,” tandas Juaini.
Dewan Pembina FLO DKI, Fahira Idris menegaskan pentingnya fungsi ormas ini sebagai jembatan aspirasi publik di tengah dinamika sosial perkotaan. Menurutnya, sejak awal pembentukannya, FLO dirancang bukan sekadar wadah berkumpulnya ormas, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
“Pertama, FLO adalah rumah besar kebersamaan lintas ormas di DKI Jakarta, kedua FLO adalah sebagai jembatan aspirasi masyarakat, dan ketiga, FLO adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keamanan sosial di Jakarta,” tandas Fahira.
Ia menilai, keberadaan FLO selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan, mulai dari aksi sosial hingga kolaborasi lintas lembaga.
“Saya selalu salut dengan FLO ini karena telah melakukan sebanyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial, deklarasi kebangsaan, hingga kolaborasi dengan beberapa institusi,” tuturnya. (Aji)





