Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murtadho mengatakan, stunting merupakan tantangan pembangunan yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Stunting bukan hanya sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan otak, kecerdasan, produktivitas, kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.
"Anak mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan belajar lebih rendah, produktivitas menurun dan rentan mengalami penyakit tidak menular ketika dewasa. Sebab itu, percepatan penurunan stunting merupakan investasi besar mewujudkan generasi emas Indonesia 2045," ujarnya.
Menurut Ali, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Provinsi DKI Jakarta berada pada angka 17,2 persen. Sebagai tindak lanjut, Pemrpov DKI Jakarta terus memperkuat berbagai langkah strategis agar bisa menurunkan angka tersebut.
Ia menargetkan angka prevalensi mencapai sekitar 15 persen pada tahun 2026, dan 12,8 persen pada tahun 2029. Target itu sesuai dengan arah kebijakan dalam RPJMD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025–2029.
Meski begitu, Ali mengaku untuk mencapai target itu bukanlah pekerjaan mudah. Namun, dirinya selalu optimis dengan semangat kolaborasi dan gotong royong di lingkungan Kota Jakarta Barat, mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target tersebut.
"Untuk itu, kita harus memastikan bahwa seluruh intervensi berjalan secara terintegrasi mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RT, RW, dan keluarga," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Barat Dian Anggraini Susanty mengatakan, berdasarkan data Pra-Musrenbang Tematik Stunting 2026, prevalensi stunting di Jakarta Barat tercatat 2,23 persen atau 1.692 balita. Selain itu, terdapat sekitar 72.000 keluarga berisiko stunting yang masih memerlukan perhatian dan intervensi.
Dian menuturkan, percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat. Rakor tersebut menjadi forum untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi program, mengidentifikasi kendala, serta menyusun langkah tindak lanjut secara terpadu."Diharapkan hasil rakor dapat ditindaklanjuti secara terpadu dan berkelanjutan guna mendukung percepatan penurunan stunting di Jakarta Barat," tandasnya. (Why)





