Pemerintah Kota (Pemkot) Adminostrasi Jakarta Barat bersama Universitas Esa Unggul memberikan pembekalan pembinaan dan evaluasi kecamatan dan kelurahan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota, Jumat (26/6).
Kegiaatan diikuti 8 camat dan 56 lurah se Jakarta Barat. Pada kesempatan tersebut juga diadakan pelatihan Public Speaking bagi para peserta. Dengan menghadirkan narasumber diantaranya, James Ronald Mesina (Mapua Malayan Colage), Ballian Siregar (Kaprodi Fikom), Ummanah (Dosen Fakultas Fikom).
Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan Setko Jakarta Barat, Holi Susanto. Hadir Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Indriati Yulistiani, beserta jajaran.
Membacakan sambutan Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Aspem Holi Susanto mengatakan, di era sekarang, satu kalimat yang salah bisa menjadi viral dalam hitungan detik. Tapi satu komunikasi yang tepat, tulus, dan menyentuh hati, bisa membangun kepercayaan ribuan warga.
“Karena itu saya tegaskan, public speaking bukan keterampilan tambahan, ini adalah senjata utama kepemimpinan camat dan lurah sebagai pamong di wilayah kerja. Jangan lagi ada camat dan lurah yang gagap menghadapi warga. Jangan lagi ada pejabat wilayah yang tidak mampu menjelaskan kebijakan dengan jelas,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan Holi, kegiatan ini salah satu upaya membentuk wajah komunikasi pemerintahan di mata masyarakat.
“Jangan lagi ada jarak antara pemerintah dan masyarakat hanya karena lemahnya komunikasi. Kita ingin pemimpin wilayah yang tegas tapi santun, cepat tapi tepat, kuat tapi tetap humanis,” tandasnya.
“Ingat baik-baik, camat dan lurah bukan hanya jabatan struktural. camat dan lurah adalah wajah Ibu Kota Jakarta khususnya Jakarta Barat yang pertama kali dilihat masyarakat. Bapak-Ibu adalah suara pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Dan dari mulut Bapak-Ibu kepercayaan publik bisa tumbuh atau justru runtuh,” sambungnya.
Holi menambahkan, wilayah Jakarta Barat ini tidak membutuhkan pemimpin yang hanya duduk di balik meja.
“Kita butuh pemimpin yang hadir, berbicara, mendengar, dan meyakinkan masyarakat. Karena sejatinya, pembangunan bukan hanya soal beton dan jalan. Tetapi juga soal kepercayaan. Dan kepercayaan lahir dari komunikasi yang kuat,” urainya.
Lebih lanjut Holi menambahkan, seluruh camat dan lurah, para peserta pembinaan diimbau mengikuti pelatihan dengan dengan seksama.
“Serap ilmu hari ini dengan sungguh-sungguh. Latih suara kalian, latih cara berpikir, latih cara menyampaikan pesan. Jadikan kegiatan ini sebagai titik balik. Dari aparatur yang sekadar bekerja, menjadi pemimpin yang menggerakkan. Dari yang hanya menyampaikan informasi, menjadi penggerak kepercayaan publik,” pungkasnya. (Tgh)






