Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat meraih 12 penghargaan program kampung iklim (Proklin) dan Sekolah Adiwiyata tingkat nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Ballroom Metting Hotel Manhattan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (12/12).
Penghargaan diterima Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sebanyak 12, untuk Jakarta Barat penghargaan Proklim tingkat nasional Tahun 2025 sebanyak 4 RW diantaranya RW 02 Kelapa Dua, RW 07 Sukabumi Selatan, RW 07 Kembangan Utara dan RW 16 Kelurahan Tomang. Dan 8 penghargaan Adiwiyata tingkat nasional 2025 disabet SDN Meruya Selatan 01, SDN Wijaya Kusuma 02, SMPN 197, SMPN 69, SMPN 82, dan MAN 16.
Saat dikonfirmasi terpisah Plt Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono mengaku bangga atas raihan penghargaan Proklim dan Adiwiyata tingkat Nasional Tahun 2025.
"Saya bangga dan mengapresiasi kepada warga Jakarta Barat yang mulai tumbuh nilai-nilai untuk memelihara lingkungannya. Saya juga sangat bangga dengan petugas-petugas terkait yang tidak henti-hentinya dan lelah untuk turun ke lapangan yang membina dan memberikan pendidikan tentang bagaimana menghentikan kebersihan lingkungan serta mengentaskan sampah dari sumbernya," ujarnya.
Selain itu, lanjut Yuli Hartono, torehan penghargaan juga dibarengi dengan pemahaman tentang konsep-konsep pengurangan sampah dengan teknologi baru yang terbarukan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengungkapkan pihaknya telah menerima penghargaan Proklim dan Adiwiyata tingkat nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk memperluas kolaborasi,memperkuat program peningkatan kualitas lingkungan serta memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, sekolah, dan komunitas untuk berkreasi dan inovasi," tuturnya.
Dijelaskan Asep, dirinya percaya bahwa keberhasilan Proklim dan Sekolah Adiwiyata bukan sekadar penghargaan, melainkan gerakan bersama untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang semakin tangguh terhadap perubahan iklim dan semakin nyaman ditempati untuk generasi pendatang.
"Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tokoh proklim, sekolah adiwiyata serta seluruh masyarakat yang telah berjuang menjaga lingkungan di wilayahnya masing-masing," pungkasnya. (why)





