Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat membekali siswa SMK Cengkareng 2 dengan keterampilan menghadapi dunia kerja sekaligus edukasi pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan sosialisasi terpadu, Selasa (29/9).
Kegiatan tersebut bertujuan mempersiapkan mental dan keterampilan siswa sebelum memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat, Agus Ramdani, mengatakan siswa SMK perlu mempersiapkan diri melalui konsep BMW, yakni Bekerja, Melanjutkan pendidikan, dan Wirausaha. Menurutnya, Pemkot Jakarta Barat juga menyiapkan sejumlah peluang kerja sama ketenagakerjaan luar negeri yang dapat diikuti para lulusan SMK.
"Kami menyiapkan program kerja sama dengan luar negeri, seperti tenaga caregiver ke Jepang dan program ke Jerman. Kami latih dan siapkan sejak di bangku sekolah, baik dari segi bahasa maupun keterampilan. Kami juga akan menyosialisasikannya bersama para orang tua murid agar ada kesepahaman dan dukungan penuh," ujar Agus.
Selain ketenagakerjaan, Agus mengingatkan pihak sekolah dan siswa untuk menerapkan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Ia meminta sampah kering, basah, dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) tidak lagi dicampur.
Sementara itu, Rian Alfian dari Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat menyampaikan terdapat 20 jenis pelatihan kerja gratis melalui program reguler maupun Mobile Training Unit (MTU). Pelatihan tersebut antara lain teknik pendingin atau AC, otomotif, tata boga, dan barista.
"PPKD Jakarta Barat juga telah bermitra dengan sedikitnya 27 perusahaan yang siap merekrut peserta pelatihan. Selain itu, terdapat kerja sama dengan perusahaan asal Jepang, Hinode, untuk mendukung penyaluran tenaga caregiver," tandasnya.
Di sisi lain, Pengawas Kebersihan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Subarna Martadinata, mengajak siswa mempraktikkan langsung pemilahan sampah di lingkungan sekolah.
"Edukasi tersebut dilakukan untuk membiasakan siswa memisahkan sampah organik dan nonorganik sejak dari sumbernya sehingga dapat mengurangi sampah yang dibuang ke TPA Bantargebang," pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) oleh Kapospol Cengkareng Timur, Hariansyah. Ia mengingatkan siswa menjaga nama baik sekolah dan orang tua dengan langsung pulang setelah kegiatan serta menjauhi berbagai bentuk kejahatan dan kenakalan remaja. (Yan/Teg)





