Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat akan mengundang semua RW untuk mensosialisasikan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah pada sumbernya.
"Rencananya, saya akan undang semua pak RW se-Jakarta Barat, untuk mensosialisasikan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya," ujar Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah.
Dijelaskan Iin, sosialisasi diberikan menindaklanjuti instruksi gubernur no 5 tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Setiap RW nantinya diminta melaksanakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya, yakni sampah organik, non organik dan sampah residu.
"Kita akan melihat kalau ini (sampah) diolah bersama se-Jakarta Barat, itu akan berkurang secara signifikan. Karena jumlah sampah, bila itu open damping 30% sampah residu yang masuk Bantargebang, berarti 70% sampah lainya terdiri dari sampah organik dan an organik. Itu yang menjadi fokus kita," jelasnya.
Dari 70% sampah organik dan an organik, lanjut Iin, tentunya bisa diolah menjadi pupuk kompos melalui metode lubang resapan biopori atau sumur resapan biopori. Sementara, sampah an organik, bisa dikumpukan melalui bank sampah.
Sementara itu, Ketua RW 03 Kembangan Utara, Junaidi mengatakan bahwa pihaknya membangun tempat pemilahan sampah di bantaran Kali Cengkareng Drain.
"Kami membangun tempat pemilahan sampah pada TPS yang baru. Namanya, Balai Mawar Pelangi di RT 004 RW 03, tepatnya di pinggir Kali Cengkareng Drain. Di tempat itu, nantinya ada pembudidayaan maggot, pupuk kompos, bank sampah dan kolam ikan," tuturnya.
Terkait gerakan pemilahan sampah dari sumbernya, Junaidi mengaku telah menginformasikan, melalui dasa wisma tingkat RT, agar masyarakat melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.
"Warga diminta memilah sampah yang terbagi tiga bagian. Nantinya hanya sampah residu yang dibuang ke Bantargebang," tambahnya. (why)






