Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya melakukan perbaikan kebocoran pipa ukuran 400 HDPE yang disebabkan pekerjaan perapihan sungai yang dilakukan PT Adhi Karya. Kebocoran pipa PAM mengakibatkan pasokan air bersih ke wilayah Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres mati total.
“Ada kebocoran pipa ukuran 400 dan perbaikan sudah kami lakukan. Ini dampak dari pekerjaan perapihan sungai oleh Adhi Karya,” ujar Senior Manager Corporate dan Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, saat dikonfirmasi Rabu (13/5).
Dijelaskan Gatra, PAM Jaya berupaya memperbaiki dengan melakukan test pit pada titik kebocoran pipa.
"Test pit ini untuk memastikan perbaikannya benar-benar aman dan tidak rembes lagi sebelum tekanan air kita normalkan," jelasnya.
Pihaknya, lanjut Gatra Vaganza, juga berkoordinasi dengan PT Adhi Karya dalam penanganan permasalahan ini. “Kami hari ini rapat dengan Adhi Karya untuk memastikan timeline perbaikan. Koordinasi dilakukan agar penanganan di lapangan cepat, tepat dan tidak menimbulkan dampak lanjutan ke warga," tukasnya.
Terkait keluhan warga RW 02 Kelurahan Kamal, Gatra Vaganza menjelaskan, pihaknya telah menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan mengirimkan ratusan truk tangki air bersih kapasitas 4000 liter.
"Kami telah mendistribusikan 163 truk tangki air bersih kepada warga Kamal, sejak kemarin. Satu truk tangki air bersih kapasitas 4000 liter dengan asumsi cukup untuk 10 rumah selama 3 hari," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Kamal Edy Sukarya menyebutkan, ada 4 RW di wilayah Kelurahan Kamal yang terdampak dari kebocoran pipa 400 HDPE akibat dampak pekerjaan Adhi Karya dengan lokasi spesifik di Jalan Kamal Raya, Tegal Alur, Jembatan Risma. 4 RW yang terdampak meliputi RW 02,04,05, dan 08 Kelurahan Kamal.
"Kami sudah tindaklanjuti keluhan warga dengan melaporkan kepada PAM Jaya, agar memperbaiki instalasi yang rusak dan minta dikerahkan mobil air bersih ke lokasi yang terdampak," ujarnya.
Sebelumnya informasi daily brief, 13 Mei 2026, membahas warga Kamal Kalideres keluhkan pasokan air bersih mati sepekan.
Warga di kawasan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, menyampaikan keluhan serius terkait terhentinya pasokan air bersih dari PAM Jaya, yang telah berlangsung selama sepekan terakhir.
Kondisi ini memaksa warga untuk mengeluarkan biaya ekstra guna membeli air jerigen atau air tangki demi memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak. Warga merasa kecewa karena gangguan ini terjadi dalam durasi waktu yang cukup lama tanpa adanya solusi permanen atau kompensasi yang memadai, padahal air bersih merupakan kebutuhan vital di permukiman padat penduduk tersebut. (why)





