Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis yang bekerja sama dengan Himpunan Bersatu Teguh di RSUD Cengkareng, Jalan Bumi Cengkareng Indah, Kelurahan Cengkareng Timur, Sabtu (11/4).
Kegiatan mengusung tema “Mengembalikan Cahaya, Menguatkan Harapan”. Dihadiri Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi A, Hilda Kusuma Dewi, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna, Direktur RSUD Cengkareng, Lysbeth Regina Pandjaitan, Plt. Camat Cengkareng Simson, serta perwakilan Himpunan Bersatu Teguh, Andreas Sofiandi.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka penderita katarak yang masih tinggi di masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat, mengingat angka katarak di Indonesia masih tergolong tinggi di kawasan Asia Tenggara, sementara biaya operasi mandiri relatif mahal.
“Kerja sama seperti ini sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan akses dan biaya pengobatan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan operasi katarak gratis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang optimal.
“Ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga,” kata Iin.
Iin menjelaskan pelaksanaan operasi ini merupakan tahap lanjutan setelah proses skrining sebelumnya. Dari total 390 pendaftar, sebanyak 119 pasien dinyatakan memenuhi syarat secara klinis dan menjalani tindakan operasi.
Sementara itu, Ketua Himpunan Bersatu Teguh, Andreas Sofiandi, mengungkapkan bahwa kegiatan operasi katarak merupakan program rutin yang dilaksanakan organisasinya di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, penanganan katarak perlu dilakukan secara berkelanjutan mengingat jumlah penderitanya yang terus bertambah seiring pertambahan usia.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menekan angka penderita katarak,” ujarnya.
Salah satu peserta, Dedi Parsito (56), warga Cengkareng Timur, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia menyampaikan bahwa dirinya langsung mendaftar dan mendapatkan tindakan operasi pada hari yang sama.
“Alhamdulillah hari ini daftar, langsung dioperasi. Harapan saya mata bisa terang lagi dan bisa melihat seperti semula,” ujarnya.
Dedi menuturkan, gangguan penglihatan yang dialaminya sudah dirasakan sejak sekitar lima hingga enam tahun lalu. Awalnya ia menggunakan kacamata, namun kondisi matanya terus memburuk hingga akhirnya didiagnosis katarak.
Ia juga mengapresiasi peran aparatur wilayah yang aktif menyampaikan informasi kepada warga.
“Saya dapat info dari RT, karena ada pemberitahuan dari kelurahan terkait adanya bakti sosial di RSUD Cengkareng,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan peserta lainnya, Jimroni (61), warga Angke, Tambora. Ia merasa pelayanan yang diberikan sangat profesional dan membantu masyarakat.
“Alhamdulillah sangat membantu. Dari awal datang sampai selesai operasi, pelayanannya sangat baik dan profesional. Setelah operasi, penglihatan saya sudah terasa lebih jelas,” ungkapnya.
Jimroni berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas karena dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses pengobatan.
“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa lebih banyak lagi, karena sangat membantu masyarakat. Prosesnya juga cepat dan tenaga medisnya sangat ramah,” tuturnya. (Wan)






