Wakil Wali Kota Jakarta Barat Ali Murthado mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau pelaksanaan program bedah rumah di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (31/10).
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah warga yang tidak layak huni, mulai dari pondasi lapuk, atap rawan roboh hingga lantai rusak.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, penataan kawasan permukiman tidak cukup hanya melalui perbaikan fisik rumah, tetapi juga harus dibarengi pemberdayaan ekonomi masyarakat agar kualitas hunian dapat terjaga.
"Kita tidak bisa hanya berpikir memperbaiki rumah lewat program bedah rumah saja. Nanti kalau sudah diperbaiki tapi mereka tidak punya uang, pasti kumuh lagi. Jadi, kita harus jalankan berbarengan dengan pemberdayaan ekonomi," ujarnya.
Untuk mendukung perekonomian warga, pemerintah menyiapkan akses permodalan dan pendampingan usaha melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Melalui skema tersebut, penurunan bunga PNM dari 22 persen menjadi 8 persen diharapkan membantu pelaku UMKM dan ibu rumah tangga mengembangkan usaha. Sementara KUR Perumahan menawarkan bunga 6 persen per tahun tanpa agunan untuk pinjaman di bawah Rp100 juta.
Selain meningkatkan kelayakan hunian dan ekonomi warga, program tersebut juga diharapkan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Di wilayah Jakarta, target perbaikan sebanyak 10.300 unit rumah diproyeksikan dapat menyerap hingga 20.600 tenaga tukang serta menggerakkan sektor usaha material dan jasa pengiriman. (Yan)





