Jumlah kunjungan di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat meningkat sejak lokasi tersebut dijadikan tempat syuting film bertaraf internasional.
"Pastinya (jumlah pengunjung mengalami peningkatan), terutama Sabtu-Minggu," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, melalui pesan singkat, Selasa (3/2).
Namun Denny menyampaikan peningkatan jumlah wisatawan itu bersifat fluktuatif karena cuaca yang tidak menentu.
"Tapi (angka jumlah pengunjung) enggak menentu ketika hujan terus," ujarnya.
Lokasi syuting film berada di Jalan Cengkeh, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari. Denny memastikan syuting film tidak berdampak langsung terhadap mobilitas pengunjung dalam Kota Tua.
"Karena syuting film di daerah penunjang Kota Tua. Pengaruh kepada yang lintasan sama warga setempat. Kawasan inti yang ada museum tetap berjalan normal," katanya.
Sebelumnya diberitakan Lokasi Binaan (Lokbin) Kota Intan, di Jalan Cengkeh, ditutup sementara karena adanya syuting film tersebut di Kawasan Kota Tua hingga Rabu (7/2).
"Total ada sebanyak 60 pedagang binaan yang beroperasi di Lokbin Kota Intan. Selama shooting itu mereka diminta tidak beroperasi," sebut Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Barat, Iqbal Idham Ramid saat dikonfirmasi, Senin (2/2).
Diungkapkan, sebelum proses syuting pihak JXB telah berkordinasi agar seluruh kawasan terdampak akan turut disterilkan. Termasuk sosialisasi kepada para pedagang yang dilaksanakan pada Kamis (15/1) lalu, di Kantor Kecamatan Taman Sari, yang melibatkan unsur terkait seperti Kepolisian, TNI dan SKPD lainnya.
Iqbal menambahkan, kegiatan syuting ini merupakan bagian dari upaya mendorong Jakarta sebagai kota cinema. Sehingga hasil akhirnya nanti diharapkan bisa meningkatkan rating Jakarta sebagai kota global.
"Terkait kompensasi bagi pedagang disampaikan langsung oleh pihak JXB. Kami hanya memfasilitasi prosesnya dan mensosialisasikan kepada pedagang," pungkasnya. (Aji)





