​Didampingi Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Firmanudin beserta jajaran camat dan lurah, Khoirudin melihat langsung kondisi tiga titik makam yang kini sudah tidak mampu lagi menampung jenazah baru. Peninjauannya dilakukan untuk merespons aspirasi warga dari 10 RW di wilayah tersebut yang mengeluhkan penuhnya kapasitas lahan pemakaman setempat.
​Khoirudin menegaskan bahwa pemerintah harus hadir di tengah kesulitan warga, termasuk dalam urusan pemakaman yang merupakan kebutuhan mendasar.
​"Ini adalah aspirasi warga Meruya. Mereka mengeluhkan lahan makam yang sudah penuh. Saya akan berjuang sungguh-sungguh karena tugas pemerintah adalah melayani masyarakat. Perluasan makam ini akan segera kami proses," ujar Khoirudin.
​Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat pemotongan anggaran pengadaan tanah sebesar Rp 585 miliar akibat penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH). Namun, melihat kondisi di lapangan yang mendesak, ia berkomitmen untuk mengembalikan anggaran tersebut dalam APBD Perubahan mendatang.
​​Berdasarkan data dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, setiap harinya terdapat sekitar 50 jenazah yang harus dimakamkan di Jakarta. Jumlah ini tidak sebanding dengan ketersediaan lahan yang ada saat ini.
​"Kita tidak boleh diam. Urusan memakamkan jenazah adalah kewajiban kita yang masih hidup, secara agama ini adalah fardhu kifayah. Terutama bagi kami para pejabat yang memiliki kewenangan mengambil keputusan. Jangan sampai ada jenazah yang terlantar karena tidak ada lahan," tegasnya.
​Selain perluasan lahan, Khoirudin menawarkan beberapa langkah strategis, antara lain ​Sistem Tumpang dengan mengoptimalkan pemakaman sistem tumpang bagi jenazah yang masih dalam satu ikatan keluarga, kedua yaitu ​Ketelitian Data, dengan meminta pengurus makam untuk lebih teliti dan selektif dalam pendataan agar prosedur pemakaman tumpang berjalan tertib dan perencanaan matang, dengan mendorong adanya sinkronisasi data antara kebutuhan lahan dengan laju angka kematian di Jakarta.
​​Melalui langkah ini, Khoirudin berharap lahan pemakaman di Meruya Utara, Kembangan tidak hanya melayani warga sekitar, tetapi juga dapat membantu ketersediaan lahan bagi warga Jakarta secara lebih luas.
​"Harapannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa memberikan pelayanan maksimal. Kita siapkan anggarannya agar kebutuhan mendesak ini segera teratasi," pungkas Khoirudin. (Yan)





