Kecamatan Cengkareng menempati peringkat pertama kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Barat, dengan 655 kasus selama periode 1 Januari hingga 15 Oktober 2026.
Berdasarkan data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Kecamatan Kalideres berada di urutan kedua dengan 400 kasus, disusul Kebon Jeruk 191 kasus, Kembangan 129 kasus, Palmerah 128 kasus, Tambora 117 kasus, Grogol Petamburan 112 kasus, dan Taman Sari 74 kasus.
“Data DBD per kecamatan di Jakarta Barat periode 1 Januari–15 Oktober 2026 menunjukkan angka tersebut. Kasus yang tinggi juga dipengaruhi faktor jumlah dan kepadatan penduduk,” jelas Kepala Sudis Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, Jumat (23/10).
Sahruna mengatakan, seluruh puskesmas di Jakarta Barat terus memantau angka kejadian dan potensi penularan DBD di wilayah masing-masing. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan jentik nyamuk di permukiman serta peningkatan promosi kesehatan mengenai bahaya DBD.
Selain itu, petugas kesehatan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terhadap setiap kasus yang ditemukan dan memperkuat Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.
Ia menegaskan, pengendalian DBD membutuhkan peran aktif masyarakat, antara lain dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Sementara itu, Camat Cengkareng, Suhardin, menyampaikan bahwa pihaknya bersama unsur terkait memperkuat strategi penanggulangan DBD, termasuk melalui perluasan program teknologi nyamuk ber-Wolbachia.
"Kami telah mengoordinasikan upaya pencegahan di kawasan rawan, termasuk distribusi wadah berisi telur atau benih nyamuk ber-Wolbachia. Wilayah padat penduduk, seperti Kelurahan Kapuk, menjadi salah satu perhatian dalam upaya pengendalian DBD," ungkapnya.
Selain itu, jajaran kelurahan juga mengintensifkan kerja bakti bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk membersihkan saluran air dan mengurangi potensi genangan yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
"Petugas juga melakukan penyelidikan epidemiologi setelah menerima laporan kasus DBD untuk memetakan potensi penyebaran dan menentukan langkah penanganan lebih lanjut," terangnya.
Upaya lainnya dilakukan melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sejumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) untuk mendorong masyarakat memeriksakan kondisi kesehatannya.
"Kami juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat melalui kader Jumantik, PKK, pengurus RT/RW, dan Dasawisma. Warga diimbau melakukan pemeriksaan jentik secara mandiri di rumah serta menjalankan PSN 3M Plus secara rutin," tandasnya. (Aji)





