Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta pelaku dugaan perundungan atau bullying agar ditindak tegas.
Ia juga menekankan, Pemprov DKI Jakarta tidak menolelir tindakan bullying di wilayah DKI. Hal tersebut ditegaskan terkait dugaan bullying di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
“Untuk ruang tempat-tempat yang dilakukan bullying seperti itu, Pemerintah DKI Jakarta tidak memberikan toleransi sama sekali,” tandas Gubernur Pramono, di sela kunjungannya ke lokasi pengelolaan sampah RW 07 Kelurahan Joglo, Jakarta Barat, Kamis (11/6).
Ia pun meminta kasus tersebut ditindaklanjuti. “Jadi, untuk bullying (perundungan) yang terjadi di Senen, karena kebetulan di CCTV-nya terlihat, saya sudah meminta untuk ini ditindaklanjuti. Siapa pun yang melakukan bullying di Jakarta, kami ambil tindakan setegas-tegasnya,” tandas Gubernur Pramono.
Bahkan, sambungnya, apabila pelaku perundungan merupakan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) atau Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dia minta agar fasilitas tersebut dicabut.
“Kalau bagi warga, misalnya dia pelajar dan dia pemegang Kartu Jakarta Pintar atau Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, maka yang seperti itu kita tarik KJP maupun KJMU-nya,” tegasnya.
Gubernur juga mengaku telah meminta instansi terkait, terutama Dinas Pendidikan DKI untuk menyelidiki kasus bullying tersebut. Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga telah diimbau menindaklanjuti kasus tersebut.
Sebelumnya, seorang anak berusia 6 tahun dari wilayah Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, sempat tidak sadarkan diri setelah diduga dipersekusi.
Nenek korban, LR, pada Rabu (10/6), mengungkapkan cucunya yang berinisial MWP sempat koma dan dirawat di RSCM setelah tersengat listrik saat dirundung oleh dua orang remaja.
Diungkapkan, persekusi terjadi pada Minggu (7/6). Dari video CCTV, terekam dua remaja yang membawa bocah dan ditempelkan ke tiang listrik.
Nahas, tiang listrik yang berada di area taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat itu mengalami kebocoran sehingga korban tersengat, kejang-kejang, lalu tak sadarkan diri. Sang Nenek mengungkapkan, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat. (Aji)





