Aparatur Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, bersama pengurus RT/RW, LMK, FKDM, Karang Taruna, dan unsur tiga pilar akan mengintensifkan patroli keamanan untuk mengantisipasi tawuran warga. Patroli difokuskan pada sejumlah titik rawan, terutama pada malam hari dan akhir pekan.
Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya, mengatakan langkah tersebut dilakukan menyusul peristiwa tawuran warga di Jalan Tubagus Angke, Grogol Petamburan, pada Senin (19/10) malam.
“Kami bersama RT/RW, LMK, FKDM, Karang Taruna, serta unsur tiga pilar akan lebih intensif melakukan patroli. Fokusnya di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Tubagus Angke, Jalan Latumenten, dan kawasan perbatasan dengan wilayah lain yang rawan gesekan,” ujar Raditian saat dikonfirmasi, Selasa (20/10).
Selain patroli gabungan, pihak kecamatan akan mendorong pengurus RT dan RW untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Pendekatan persuasif kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja, juga akan dilakukan melalui pembinaan dan kegiatan positif.
Raditian turut mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran.
“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih peduli dan mengawasi aktivitas anak-anaknya. Jangan sampai mereka ikut tawuran yang hanya merugikan diri sendiri dan orang lain. Jika melihat peristiwa tawuran, segera laporkan melalui layanan kepolisian 110,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kecamatan Grogol Petamburan, Cahya Melansari, mengatakan jajarannya rutin menggelar patroli bersama unsur tiga pilar melalui kegiatan Cipta Kondisi (Cipkon).
“Kami mengerahkan lima petugas Satpol PP untuk melaksanakan kegiatan Cipkon di sejumlah titik rawan tawuran warga. Patroli dimulai sekitar pukul 22.00 WIB hingga dini hari,” jelas Cahya. (Why)





