Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan Pemkot Jakarta Barat akan meningkatkan pembentukan agen Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) di tingkat RW.
Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Setko Jakbar, Imron Sjahrin, langkah itu dilakukan dalam rangka mengejar target capaian Universal Covarage Jamsostek (UCJ) di wilayah DKI Jakarta, sekitar 66%.
"Tadi sudah dijelaskan dari Pak Andry (Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grha), dari manfaat keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan yang ditargetkan capaian UCJ 66%. Kalo kita (Jakbar) masih rata-rata UCJ 42%. Terimakasih buat Kecamatan Grogol Petamburan yang sudah mencapai UCJ 52%, berarti tinggal 16-18% lagi untuk mencapai target 66%," ujarnya saat kick off peningkatan universal coverage Jamsostek, di Kantor Wali Kota Jakbar, Kamis (4/6).
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Nakertransgi Jakbar, Faradisa Saforda, Kepala Suku Dinas Sosial Jakbar, Fajar Laksono, Kabag Perekonomian Setko Jakbar, Budiono Santoso, para lurah dan camat, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol, Multanti, dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Grha, Ardy Rubiantara.
Lebih lanjut, Imron menuturkan, untuk mengejar target capaian UCJ tentunya memerlukan banyak agen Perisai pada tingkat RW.
"Meski begitu, agen Perisai ini harus dibekali informasi yang jelas sehingga mensosialisasikan manfaat masyarakat ikut dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.
Selain itu, Imron juga meminta kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan insentif buat Agen Perisai dalam menjalani tugasnya.
"Kita memiliki 578 RW di Jakarta Barat, namun baru sekitar 216 RW yang memiliki Agen Perisai. Saya minta pak lurah mana saja wilayah RW yang belum terbentuk Agen Perisai. Nanti data dari kelurahan, akan dilaporkan kepada wali kota," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grha, Andry Rubiantara mengatakan bahwa Jakarta Barat berada di urutan 5 dari enam wilayah di DKI Jakarta, dengan capaian UCJ sebesar 43,62% dari target yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta, sebesar 66,72%.
"Berarti masih ada gap sekitar 23,10%. Inilah tugas kita bersama, bagaimana kita meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pekerja di Jakarta Barat," ujarnya.
Untuk tingkat kecamatan, lanjut Andry, wilayah Kecamatan Grogol Petamburan, masih tertinggi capaian UCJ, sedangkan wilayah Kecamatan Tambora, terendah capaian UCJ.
"Padahal wilayah Tambora, menjadi pilot project program Wali Kota Jakarta Barat dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Wilayah itu memiliki banyak usaha konveksi, sehingga bisa menjadi potensi untuk mengajak para pekerjanya untuk ikut kepesertaan Jamsostek," jelasnya.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut diisi dengan penyematan Id card kepada delapan agen Perisai serta pemberian santunan jaminan kematian kepada tiga ahli waris. (why)






