Sejumlah bank sampah RW di wilayah Kelurahan Taman Sari, mulai 'kebanjiran' sampah pilah. Hal itu terlihat dari peningkatan aktivitas penimbangan dengan kenaikan volume sampah yang cukup signifikan.
Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun mengatakan, sejak pencanangan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah pada sumbernya, aktivitas bank sampah RW di Taman Sari, semakin menggeliat.
Sejumlah bank sampah RW seperti RW 01 dan 04, dipenuhi tumpukan sampah an organik yang sudah dipilah. Peningkatan volume sampah pilah juga terjadi di bank sampah kantor Kelurahan Taman Sari.
"Ada dua lokasi bank sampah RW yang melakukan penimbangan, yakni bank sampah RW 01 dan RW 04. Untuk penimbangan bank sampah RW 01, volume sampahnya 100 kg, sedangkan bank sampah RW 04 dengan volume 43 Kg. Sementara penimbangan sampah di bank sampah kelurahan dengan volume 174 kg," ujarnya, saat dikonfirmasi Kamis (4/6).
Melihat volume sampah, Pihaknya mengakui terjadi peningkatan yang cukup signifikan sejak pencanangan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah pada sumbernya pada 10 Mei 2026.
"Berdasarkan keterangan petugas Sudin LH Jakbar, Erik Agustiani, biasanya tidak ada aktivitas penimbangan sampah di RW 01. Sudah dua kali ke sana, tak ada penimbangan. Tapi, baru kali ini, tiba-tiba ada penimbangan sampah pilah dengan volume sampah 100 Kg," tuturnya.
Sama halnya dengan sejumlah bank sampah RW lainnya di Taman Sari, juga mengalami peningkatan signifikan.
"Paling banyak jenis sampah plastik yang terkumpul pada masing-masing bank sampah," tandasnya.
Ia menambahkan, peningkatan volume sampah an organik tentunya seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memulai gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. (why)





