Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan dialog membangun semangat cinta seni dan budaya yang diselenggarakan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol) Jakarta Barat, di Ruang Ali Sadikin, Kantor Wali Kota, Rabu (10/6).
Dibuka Sekretaris Kota Jakarta Barat Firmanudin Ibrahim, kegiatan menghadirkan narasumber dari Ditjen Polpum Kemendagri, Arul Kusumawijaya, dengan materi “Merajut Nasionalisme melalui seni an budaya” dan Akademisi, Usmar Ismail, materi “Seni dan budaya sebagai perekat identitas bangsa”.
Kepala Suban Kesbangpol Jakarta Barat Tumpal Hasiholan, menyebut peserta kegiatan dari delapan unsur LSM, ormas, kepemudaan dan lainnya. Masing masing terdiri atas sepuluh orang perwakilan.
“Total peserta sebanyak 80 orang,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman pentingnya memiliki rasa cinta terhadap seni dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara dalam kebhinekaan. Dengan tujuan untuk menumbuhkan perilaku dan budi pekerti masyarakat tentang semangat keberagaman seni dan budaya dalam kerangka persatuan dan kesatuan bangsa.
“Selain itu, menjadikan semangat seni dan budaya sebagai pondasi persatuan dan kesatuan bangsa.menjadi media untuk komunikasi dan evaluasi dalam rangka membangun sikap, perilaku masyarakat untuk menumbuhkembangkan seni dan budaya yang beretika sehingga dapat memberikontribusi positif bagi pembangunan,” kata Tumpal.
Sementara itu, membacakan sambutan Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada sluruh peserta atas kehadiran dan partisipasinya, sehingga terjalin komunikasi dan silaturrahmi antara ormas dan unsur lainnya dengan Pemkot Jakbar khususnya Suban Kesbangpol Jakbar.
“Seni dan budaya merupakan salah satu instrumen untuk mengharmonisasikan seluruh sendi-sendi kehidupan dalam bermasyarakat. Artinya pembangunan selalu berorientasi pada manusia sebagai subyek pembangunan. Capaian dari pembangunan dan pemberdayaan semacam itu dapat berimplikasi terhadap proses pembentukan good governance dan masyarakat yang lebih demokratis,” ujarnya. (Aji)






