Sebanyak 32 titik Lubang Resapan Biopori (LRB) ditargetkan dibuat sebagai wadah pemilahan sampah organik di 8 lingkungan RW Kelurahan Taman Sari, Jakarta Barat. Hingga Juni 2026, telah dibuat 7 LRB di dua titik lokasi RW.
Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun mengatakan, pihaknya telah membuat empat LRB dengan menggunakan tong plastik. LRB dibuat di sisi ruas Jalan Mangga Besar 4C RT 05 RW 01, Kelurahan Taman Sari. Proses pembuatan LRB melibatkan sejumlah petugas PPSU Kelurahan Taman Sari.
"Mereka buat lubang sedalam 1,5 meter. Kemudian dimasuki tong plastik dengan diameter 40 sentimeter. Untuk bagian sisi tong plastik dilubangi sebanyak 10-12 lubang kecil," ujar Abdul Malik saat ditemui di lokasi pembuatan lubang biopori resapan, Senin (15/6).
Ia menyebut, LRB berfungsi, selain resapan air, juga dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos dari sampah organik.
"Misalnya, sampah sisa olahan dapur, kulit buah, dedaunan, dan ranting kayu yang telah dicacah-cacah," tukasnya.
Selain di lingkungan wilayah RW 01, Dirinya menungkapkan, pembuatan LRB juga telah dibuat di lingkungan RW 05. Dua titik lokasi lubang biopori lainnya juga telah dibuat di lingkungan kantor Kelurahan Taman Sari.
Ke depan, lanjut Abdil Malik, 8 lingkungan RW di Kelurahan Taman Sari, akan mendapatkan bantuan masing-masing empat tong plastik sebagai wadah lubang biopori dari Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Taman Sari.
Di luar itu, ia berharap warga juga melakukan swadaya untuk menambah jumlah lubang biopori di lingkungannya.
"Untuk gerakan pemilahan sampah dari sumbernya, kami menjadikan RW 01 sebagai percontohan. Meski RW lainnya telah melakukan pemilahan sampah, namun RW 01 dinilai kawasan yang paling siap untuk mengimplementasikan pengelolaan sampahari sumber sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 5 tahun 2026 Tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumbernya," jelasnya.
Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Taman Sari, The Khe King mengakui, semua lingkungan RT telah terlibat dalam gerakan pemilahan sampah dari sumbernya.
Bahkan, pihaknya telah menerapkan sistem ganjil dan genap pengangkutan sampah, yakni tanggal genap untuk pengangkutan sampah basah dan tanggal ganjil untuk pengangkutan sampah kering.
"Kami sangat mendukung program pak Gubernur mengurangi sampah. Warga Kami pun sangat antusias," tambahnya.
Di sisi lain, Wakil Kepala Polsek Metro Taman Sari, Kompol Rusyadi menilai gerakan pemilahan sampah kolaborasi antara jajaran kelurahan dan warga Taman Sari, merupakan hal positif. Aparat Polsek Metro Taman Sari sangat mendukung dan mengapresiasi gerakan pemilahan sampah yang berjalan sukses.
"Kami selaku pihak keamanan mendukung penuh kegiatan implementasi dari Ingub yang sangat positif ini," ujarnya. (why)





