Sebanyak 300 peserta terdiri dari kader PKK, Posyandu, Dasa Wisma, pengelola RPTRA, mengikuti Sosialisasi Waspada dan Kenali Gejala Kanker pada Anak di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (7/9).
Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hani Pramono, Wakil Ketua TP PKK, Dewi Rano Karno, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Ketua TP PKK Kota Jakarta Barat, Eka Mawaddah Ali Murthadho, Ketua Yayasan Anyo Indonesia, Pinta Manulang Pangabean, sejumlah pejabat Pemkot Jakbar, pengurus TP PKK DKI Jakarta dan Jakarta Barat, kader Posyandu, Dasa Wisma, guru PAUD, dan pengelola RPTRA.
Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hani Pramono mengatakan sosialisasi ini merupakan inisiasi TP PKK DKI Jakarta berkolaborasi dengan Yayasan Anyo Indonesia, sebagai bagian upaya bersama meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap kanker pada anak.
"Salah satu persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai adalah kanker pada anak. Berdasarkan data global cancer observatory tahun 2020, terdapat 11.156 kasus baru kanker pada anak usia 0-19 tahun di Indonesia setiap tahun. Leukemia menjadi jenis kanker yang banyak ditemukan sekitar 3880 kasus atau 34,8 persen," ujarnya.
Ia pun menegaskan pentingnya peran para kader dalam memberikan edukasi dan informasi terkait kewaspadaan dan kenali gejala kanker pada anak.
"Sebagai organisasi yang lebih dekat dengan warga, saya merasa kader PKK, Posyandu, dasawisma, guru PAUD dan berbagai unsur masyarakat berperan penting memberikan edukasi secara langsung di lingkungannya. Peran kita tidak hanya mengenali gejala, tapi juga memberikan dukungan pada anak dan keluarga," katanya.
"Oleh karenanya, edukasi dan kewaspadaan di tingkat keluarga dan masyarakat menjadi semakin penting agar kita semakin memahami akan gejala yang perlu diwaspadai, tidak mengabaikannya, dan dapat membantu keluarga mengambil langkah yang tepat," tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menyampaikan bahwa kanker pada anak merupakan tantangan kesehatan yang sangat serius.
"Tidak sedikit anak-anak Indonesia yang harus berjuang melawan penyakit ini sejak masih usia muda. Tantangan terbesar kita saat ini adalah masih kurangnya pemahaman masyarakat bahwa anak-anak pun dapat terkena kanker, sehingga sering kali penanganan terlambat dilakukan," ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa Pemkot Jakarta Barat berkomitmen pada pemenuhan hak dan kesehatan pada anak.
"Kita berupaya memastikan terpenuhinya, terutama hak-hak anak, terutama akses kesehata dengan menghadirkan fasilitas kesehatan yang ramah anak, memperkuat upaya promotif dan preventif, serta meningkatkan jangkauan deteksi dini melalui Puskesmas dan Posyandu di seluruh tingkatan wilayah," jelasnya.
"Namun, kami menyadari sepenuhnya bahwa penanggulangan kanker pada anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat," lanjutnya.
Dalam kesempatan ini, Iin mengapresiasi kepada Yayasan Anyo Indonesia yang terus bergandengan tangan menolong anak-anak berjuang melawan kanker, khususnya bagi keluarga pra sejahtera.
"Dedikasi, kepedulian, dan kontribusi nyata YAI dalam mengedukasi masyarakat hari ini sangat berarti bagi masa depan anak-anak kita," tambahnya.
Di sisi lain, Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK DKI Jakarta, Suni Sigit yang diwakili oleh Rahajeng Widyasari Tjahjo Kumolo mengatakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda dan gejala awal kanker pada anak dapat menyebabkan keterlambatan pada diagnosis dan penanganan.
"Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak, maka TP PKK DKI Jakarta bersama Yayasan Anyo Indonesia menyelenggarakan kegiatan sosialisasi waspada dan kenali gejala kanker pada anak sejak dini," katanya.
Dilanjutkan Rahajeng, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker pada anak, mengenalkan tanda dan gejala kanker pada anak, mendorong deteksi dini, dan penanganan yang cepat dan tepat, serta memperkuat peran kader dan masyarakat dalam menyebarkan informasi kesehatan pada keluarga dan lingkungan.
Sosialisasi ini dilaksanakan di dua wilayah, yakni wilayah Jakbar 7 September, dan Jaksel 22 September. Kegiatan ini merupakan kerjasama TP PKK DKI Jakarta berkolaborasi dengan Yayasan Anyo Indonesia, dan TP PKK Jakbar dan Selatan.Narasumber dalam kegiatan ini adalah dr. Edi Setiawan, dokter spesialis anak yang fokus di bidang kanker anak, paliatif anak dan laktasi. (why)





