page loader

BERITAKota Administrasi Jakarta Barat

Pengelola Pasar Pos Pengumben Diminta Sediakan Tempat Jual Kantong Belanja

03 Juli 2020
| | |
Y
|
  CETAK
Pengelola Pasar Pos Pengumben Diminta Sediakan Tempat Jual Kantong Belanja

Untuk memudahkan pembeli yang belum membawa kantong atau tempat belanja ramah lingkungan, pengelola PD Pasar Jaya Pos Pengumben, Kelurahan Sukabumi Selatan Kecamatan Kebon Jeruk, diminta menyediakannya.

Mengingat, Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat, baru diterapkan per 1 Juli 2020. Kemungkinan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui atau lupa membawa kantong belanja ramah lingkungan.

“Siapkan tempat seperti etalase dan semacamnya yang menyediakan kantong atau wadah tempat belanja ramah lingkungan. Jadi, pengunjung yang tidak membawa bisa dengan mudah membelinya, karena pedagang tidak boleh melayani pembeli dengan kantong plastik sekali pakai atau kresek,” imbuh Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat, Slamet Riyadi, saat monitoring bersama implementasi Pergub 142 tahun 2019, di Pasar Pos Pengumben, Jumat (3/7).

Pengawasan dan monitoring melibatkan petugas gabungan Sudis LH, unit tingkat kota, TNI, Polri, Satpol PP dan aparat wilayah setempat. Turut serta mendampingi, Lurah Sukabumi Selatan Maiyanti Aziz dan pengelola pasar. Selain melihat langsung aktifitas pedagang-pembeli terkait penggunaan kantong ramah lingkungan, petugas juga mengecek protokol kesehatan COVID-19 di Pasar Pos Pengumben.

Usai keliling dan berdialog dengan sejumlah pedagang dan pengunjung pasar, Slamet mengatakan pasar tersebut sudah melaksanakan Pergub 142/2019. “Tadi di dalam pasar ada beberapa pembeli yang membawa atau belanja dengan kantong ramah lingkungan. Beberapa pedagang ada juga yang sudah menyiapkan kantong belanja untuk dijual,” ujarnya.

Apabila pengunjung tidak membawa, pedagang menjualnya seharga Rp 5.000-Rp 25 ribu, tergantung ukuran. Kantong tersebut terbuat dari bahan ramah lingkungan dan bisa dipakai berulang-ulang. “Tadi ada warga yang membeli kantong belanja di lokasi, karena kesadaran. Ini adalah upaya edukasi kepada warga, memang secara bertahap, tidak langsung,” jelas Slamet.

Ke depan, selain kantong belanja akan ada tempat atau wadah untuk membeli berbagai kebutuhan seperti tahu, ikan, sayuran dan lainnya. “Jadi, warga yang belanja ke pasar tidak lagi membawa plastik ke rumah. Tahap awal ini kita fokus ke kantong belanja ramah lingkungan. Nanti ada tempat lainnya sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai atau kresek,” pungkasnya. (Aji)

client logo
client logo
client logo
client logo
client logo
client logo