page loader

BERITAKota Administrasi Jakarta Barat

Tonase Sampah Lebaran Berkurang di Jakbar

26 Mei 2020
| | |
|
  CETAK
Tonase Sampah Lebaran Berkurang di Jakbar

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat memperkirakan adanya penurunan volume sampah pada saat lebaran pertama dan kedua. Sementara volume sampah pada malam takbiran berkisar 295,73 m3. 

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah antisipasi bila terjadi peningkatan volume sampah pada pasca lebaran. 

Antisipasi yang dilakukan adalah melakukan pengosongan sampah pada TPS di wilayah Jakarta Barat. "Kami sudah minta kepada petugas untuk mengosongkan tempat penampungan sampah sebelum hari lebaran. Pengosongan dilakukan agar TPS tidak menimbulkan bau menyengat serta mengindari berkembangnya lalat dan vektor penyakit lainnya," tutur Slamet saat dihubungi via HP, Selasa (26/5). 

Berdasarkan data informasi, timbulan sampah pasca malam takbiran di wilayah Jakarta Barat berjumlah 295,73 m3. Timbulan sampah terbanyak berada di wilayah Kecamatan Tambora berjumlah 150,73 m3. Sementara rata-rata timbulan sampah pada wilayah kecamatan lainnya berkisar 1-36 m3. 

Jumlah tonase sampah tersebut jauh lebih sedikit dari hari-hari sebelum lebaran. Misalnya,volume sampah pada Kamis (21/5) dan Jumat (22/5) masing-masing berjumlah 2416,14 m3 dan 1557,86 m2.  "Sementara timbulan sampah pada saat lebaran (25/5) berjumlah 529,80 m3. Artinya, terjadi penurunan volume sampah sebelum lebaran," tuturnya. 

Ia memperkirakan,volume sampah pasca lebaran kembali normal. Bila pun ada peningkatan, tidak terlalu signifikan. "Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tonase sampah kembali normal pasca lebaran,"jelasnya. 

Dalam menangani sampah lebaran, Sudin LH Jakarta Barat mengerahkan kurang lebih 349 petugas, 23 armada truk dan 7 street sweeper. Mereka ditugaskan pada sejumlah titik keramaian pada malam takbiran dan lebaran. 

Para petugas menjalani tugasnya dengan menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, sarung tangan, dan sebagainya. Mereka bertugas pada delapan wilayah kecamatan. Setiap wilayah kecamatan diperkirakan 25-30 petugas dengan sejumlah armadanya. 

Sementara kendaraan street sweeper disiagakan di sejumlah jalan protokol seperti, Jl S Parman, Jl Daan Mogot, kawasan Grogol Petamburan, Cengkareng, dan Jl Puri Kembangan. (why)

client logo
client logo
client logo
client logo
client logo
client logo