Warga RW 012 Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, membangun pompa air secara swadaya sebagai upaya mengatasi genangan di wilayah setempat. Pompa air tersebut diresmikan oleh Lurah Srengseng, Tariswan.
Peresmian diawali dengan peninjauan lokasi dan paparan teknis mengenai fungsi serta mekanisme pengoperasian pompa. Selanjutnya, dilakukan simulasi dengan menekan tombol start sebagai tanda pompa siap digunakan.
Lurah Srengseng, Tariswan, mengatakan pompa tersebut berfungsi mempercepat aliran limpasan air menuju kali terdekat di kawasan Perumahan Taman Kebon Jeruk.
"Keberadaan pompa diharapkan dapat mengurangi frekuensi dan durasi genangan di sejumlah titik rawan," katanya sesuai keterangan yang diterima.
Dijelaskan Tariswan, pihaknya mengapresiasi inisiatif warga yang dilakukan melalui semangat gotong royong untuk mengantisipasi genangan di wilayah tersebut.
“Peresmian ini menunjukkan komitmen bersama antara warga dan kelurahan untuk menjaga lingkungan dan mengurangi risiko genangan melalui upaya gotong royong,” ujar Tariswan.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Ketua RW 012 Kelurahan Srengseng, Susan Wirya Miharja, menjelaskan pembangunan pompa air secara swadaya dilakukan untuk mengantisipasi genangan yang kerap terjadi di wilayahnya, khususnya di sekitar lapangan tenis dan kawasan tersebut memiliki kontur yang relatif rendah di sekitar lapangan tenis. Kondisi tersebut membuat lokasi mudah tergenang ketika hujan turun dalam waktu cukup lama.
“Area RW 012, terutama lapangan tenis, posisinya paling rendah. Kalau hujan lama, genangannya paling tinggi. Kendala kami memang lapangan tenis sering tergenang,” ujar Susan.
Menurutnya, pembangunan rumah pompa diawali setelah pihak RW mencari informasi mengenai biaya pembangunan fasilitas serupa. Setelah dilakukan pembahasan dan negosiasi, biaya pembangunan akhirnya disepakati sekitar Rp680 juta karena fasilitas tersebut diperuntukkan bagi kepentingan umum.
“Awalnya kami mendapat informasi harga sekitar Rp300 juta. Setelah kami undang dan mendapat penawaran, ternyata mencapai Rp1,1 miliar. Karena terlalu mahal, kami sempat memutuskan tidak jadi. Setelah dirundingkan kembali, akhirnya karena untuk fasilitas umum disepakati sekitar Rp680 juta,” jelasnya.
Susan menjelaskan, rumah pompa dilengkapi tiga unit pompa dengan kapasitas berbeda. Satu pompa memiliki kapasitas lebih besar, sedangkan dua lainnya berkapasitas lebih kecil.
“Pompa yang besar bisa digunakan ketika ketinggian air meningkat dan saat hujan. Kemarin waktu uji coba sama pak lurah, aliran air yang disedot cukup deras,” katanya.
Susan berharap keberadaan pompa dapat membantu mempercepat penanganan genangan, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi atau berlangsung cukup lama.
“Dengan adanya pompa air ini, kami berharap bisa mengantisipasi genangan di wilayah RW 012, khususnya di sekitar lapangan tenis,” pungkasnya.
Diketahui, pembangunan pompa dibiayai secara swadaya oleh warga, sedangkan biaya operasional akan dikelola melalui kas RW 012. Pihaknya juga mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat RW 012 dan warga Perumahan Taman Kebon Jeruk. (Kontri)






