Aparatur Kecamatan Kebon Jeruk bersama unsur Tiga Pilar meningkatkan patroli atau pengawasan rutin, terutama pada titik-titik lokasi rawan tawuran. Pengawasan juga didukung sejumlah lembaga kemasyarakatan dan organisasi masyarakat.
Demikian diungkapkan Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi saat mengomentari aksi tawuran remaja di depan Pasar Patra, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (15/3) malam.
Menurutnya, pengawasan melibatkan petugas gabungan pada titik-titik rawan tawuran, sangat efektif mencegah dan mengantisipasi peristiwa tawuran, termasuk peristiwa tawuran remaja di depan Pasar Patra, Kelurahan Duri Kepa.
"Jadi tawuran semalam belum sempet terjadi pak, karena langsung dicegah oleh masyarakat dan 3 pilar di Posko Pantau RT 04 RW 2," ujar Agus Mulyadi.
Ia berharap, pihaknya meminta kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Insya Allah, tawuran tak terjadi lagi," tambahnya.
Sementara itu, Lurah Duri Kepa, Arie Lystha menyampaikan kronologi aksi tawuran remaja yang berhasil dilerai petugas gabungan Cipta Kondisi di depan Pasar Patra.
"Awalnya, anak-anak yang selesai mengadakan acara buka puasa bersama/takjil on the road menyalakan kembang api. Sehingga memicu anak-anak wilayah setempat untuk tawuran," ujarnya.
Mengetahui hal itu, lanjut Arie Lystha, petugas gabungan pada Posko Pantau RW 02 langsung bergerak dan mencegah terjadinya peristiwa itu.
"Kami berhasil mencegahnya. Karena pengurus RT, RW , FKDM, LMK beserta unsur tiga pilar kerap monitor keliling wilayah," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Arie Lystha meminta kepada dinas pendidikan untuk memberikan imbauan kepada peserta didik untuk tidak ikut-ikutan dalam kegiatan takjil on the road.
Menanggapi hal itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, Agus Ramdhani mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi melalui rapat zoom meeting kepada seluruh sekolah.
"Rapat zoomeet itu membahas sosialisasi Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Pendidikan No 45/SE/2026 tentang kesiapsiagaan satuan pendidikan selama libur Ramadan dan Idulfitri 1447 H dan antisipasi hal-hal lainnya. Kemudian, Minggu kemarin, saya juga mengadakan zoom meeting kembali mengimbau kepada para jajarannya untuk senantiasa mengingatkan," ujarnya.
Agus Ramdhani mengakui bahwa kendala yang dihadapi saat ini adalah anak-anak berada di rumah, sehingga orangtua sangat berperan untuk mengawasi anaknya.
"Selain itu, peran masyarakat juga menjadi faktor penting agar anak-anak tidak keluar rumah, dan tetap mengisi kegiatan yang hal-hal yang positif di lingkungannya," pungkasnya. (why)
(why)






