Suku Dinas KPKP Jakarta Barat berkolaborasi dengan Polsatwa Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan sterilisasi 200 kucing jantan lokal di Ruang Aula Kantor Kecamatan Grogol Petamburan, Kamis (18/6).
Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik pelaksanaan sterilisasi kucing lokal di wilayah Grogol Petamburan, yang diinisiasi Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat.
"Alhamdulillah, kami menyambut baik karena banyak sekali manfaatnya. Karena yang kita lihat di wilayah Grogol Petamburan,khususnya, banyak sekali populasi kucing yang mungkin ngak ada pemiliknya, tapi mereka hidup liar. Ada juga mungkin yang dipelihara namun belum disterilisasi," tuturnya, disela-sela meninjau kegiatan sterilisasi HPR di kantornya.
Sterilisasi kucing lokal yang berlangsung di Aula kantor Kecamatan Grogol Petamburan, menargetkan sebanyak 200 kucing.
"Alhamdulilah, sampai saat ini sudah 150 kucing telah disterilisasi dari target 200 kucing. Mudah-mudahan target tercapai hingga sore nanti," ujarnya.
Ia menilai, kegiatan ini sangat penting dalam upaya menekan tingkat populasi kucing di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan.
"Karena diakui masih banyak kucing hidup liar di sekitar kantor Kecamatan Grogol Petamburan. Itu belum yang kucing peliharaan yang dibiarkan hidup berkeliaran. Namun, tadi malam ada teman-teman komunitas cat lover yang menjaring kucing liar di sepanjang ruas Jalan Tanjung Duren Raya, untuk dilakukan sterilisasi," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudis KPKP Jakbar, Tanti menjelaskan sterilisasi kucing jantan lokal di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan, menargetkan 200 ekor kucing.
Sementara, target sterilisasi kucing jantan lokal di delapan wilayah kecamatan di Jakarta Barat, tahun 2026, sebanyak 2.200 ekor.
"Kami gencar melaksanakan sterilisasi kucing lokal di 8 wilayah kecamatan. Sebelumnya, kegiatan ini telah dilaksanakan di kecamatan Palmerah dengan target 2.200 kucing jantan lokal tahun 2026," ujarnya.
Lebih lanjut, Tanti menuturkan sterilisasi kucing jantan lokal dilaksanakan dengan metode kastrasi dan minim sayatan. Setelah disterilisasi, kucing akan diberikan penanda eartip.
Selain kucing jantan lokal, pihaknya bekerjasama dengan komunitas pencinta kucing (cat lover), Komunitas Pecinta Kucing Sehati (KPKS) melaksanakan metode TNR (Trap,Neuter dan Return).
"Kami juga dibantu oleh tim cat lover, dan KPKS, menangkap kucing-kucing liar di Pasar Kopro dengan metode TNR yakni Tangkap (Trap), disterilisasi (Neuter), kemudian akan dilepaskan kembali (Return) ke habitatnya semula. Tadi sudah lebih dari 27 kucing liar yang disterilisasi," ujarnya.
Ia menambahkan, selain sterilisasi, pihaknya juga membuka layanan konsultasi kesehatan hewan rabies dan vaksinasi hewan penyebar rabies (HPR). Seluruh rangkaian kegiatan digelar tanpa dipungut biaya.
"Kami berterimakasih pihak kecamatan yang telah menyediakan tempat dan mengapresiai kesadaran warga yang semakin meningkat untuk berperan mengelola manajemen populasi," tambahnya. (why)






