Perusahan Air Minum (PAM) Jaya memberikan penjelasan terkait air kotor dan bau yang dikeluhkan warga RT 05 RW 02, Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Air kotor dan bau disebabkan menipisnya suplai air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) Tangerang.
Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza menjelaskan bahwa pihaknya membeli air curah dari perusahaan TKR di Tangerang, untuk disimpan pada reservoir.
"Jadi kan asal airnya itu dari TKR (Tirta Kerta Raharja) ya sumber airnya itu, PDAM di Tangerang. Kita beli air curah dari situ untuk ditaruh di reservoir kami. Nah mereka sempat ada gangguan suplai dari TKR karena ada gangguan sampah dari sumber air baku mereka di Bogor," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/4)
Ia pun membantah masalah buruknya kualitas air yang dikeluhkan warga RW 02 Kelurahan Rawa Buaya, melainkan hanya beberapa waktu terakhir karena imbas suplai air baku.
Berkurangnya pasokan air baku berdampak langsung pada volume air dalam distribution service reservoir (DSR) 4 milik PAM Jaya di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Volume air berkurang drastis hingga menyebabkan endapan lumpur pada DSR ikut tersedot dalam jaringan pipa pendistribusian warga.
Untuk mengatasi masalah itu, lanjut Gatra Varganza, PAM Jaya telah melakukan flushing atau pengurasan jaringan pipa dari endapan lumpur di wilayah Rawa Buaya. "Satu hal yang bisa dilakukan adalah di-flushing. Air dalam pipa jaringan dikuras, karena tadi buat buang endapan-endapan itu," jelasnya.
Selain itu, lanjut Gatra Vaganza, pihaknya telah mengambil sampel sejumlah pelanggaran di lingkungan RT 05 RW 02 Rawa Buaya, untuk memastikan air sudah kembali jernih. Meski itu, ia menyarankan para pelanggan untuk membiarkan kran air terbuka sejenak untuk membuang sisa kotoran yang keluar dari kran.
Terkait keluhan air PAM mati pada siang hari, Gatra Vaganza menjelaskan, hal itu terjadi karena wilayah Rawa Buaya dan sekitarnya merupakan titik paling ujung dari sistem jaringan pipa PAM. Sehingga pada jam-jam sibuk, pagi dan sore hari, air sudah banyak digunakan oleh pelanggan rumahnya yang berada dekat pada penampungan air.
Selain itu, Gatra Vaganza juga mengakui masih tingginya tingkat kebocoran pipa pada jaringan PAM yang membuat distribusi air menjadi tak optimal.
"Ketika air dipakai bersamaan, maka orang yang tinggalnya di ujung itu pasti dapatnya sisa. Tapi, ketika sudah di jam-jam tidak prime time untuk orang pakai air, otomatis kan tetangga-tetangga di depannya dia enggak pakai, makanya dia dapat tuh air (saat tengah malam)," jelasnya.
Oleh karena itu, wilayah permukiman yang berada di paling ujung jaringan baru bisa tersuplai dengan maksimal saat sebagian besar warga Jakarta sedang terlelap pada malam hari.
Dalam kesempatan itu, Gatra Vafanza menuturkan, pasokan air untuk wilayah Jakarta Barat, bergantung pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian-Serpong yang dikerjakan pemerintah pusat. Namun, proyek yang ditargetkan selesai 2023, mengalami penundaan dan belum selesai hingga kini.
"Maka, sementara ini memang pasokan air baku untuk kawasan Jakarta Barat kami masih cukup mengandalkan air dari PDAM TKR dan Tirta Benteng di Tangerang untuk dibawa ke reservoir PAM Jaya," ucapnya.
PAM Jaya juga kini terus melakukan perluasan jaringan perpipaan dan menambah jumlah pelanggan. Namun, peningkatan jumlah pelanggan itu belum diimbangi dengan penambahan jumlah produksi air baku.
Sebelumnya diinformasikan, sejumlah warga di Jalan H. Djairi, RT 05 RW 02, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali mengeluhkan kesulitan air bersih.
Nurliana Sihombing (61), warga RW 02 Rawa Buaya mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak kali pertama berlangganan air PAM sekitar 25 tahun lalu.
"Ya enggak belakangan (terjadi krisis air bersih), dari dulu. Kita pertama kali pasang kan bagus tuh, bening. Enggak berapa bulan, enggak keluar sama sekali, sampai sekarang selalu begitu. Nah, ke sini-ke sini, airnya kadang kayak susu, kadang kayak kopi warnanya, bau banget. Kayak bau got," ujar Nurliana. (why)






