Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Barat menggelar podcast Ngobrol Statistik Jakarta Barat (Ngorbit Jakbar) dengan tema “Data Bukan Sekadar Angka: Dari Kehidupan Sehari-hari hingga Kebijakan Publik” di Studio Kominfotik, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (13/8).
Podcast menghadirkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Barat, Muhammad Noval, yang membahas pentingnya memahami dan memanfaatkan data statistik dalam kehidupan sehari-hari maupun penyusunan kebijakan publik.Kepala Seksi Aplikasi Siber dan Statistik Sudis Kominfotik Jakarta Barat, Nur Izzuddin, mengatakan data memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan dan pekerjaan, termasuk sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.“Data itu sebenarnya ada di mana-mana. Jika dikumpulkan dan dimanfaatkan, data dapat memberikan manfaat bagi pribadi, organisasi maupun pemerintah dalam membuat kebijakan,” katanya.Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan unit kerja untuk memanfaatkan data, khususnya statistik resmi, sebagai dasar dalam mengambil keputusan dan menyusun kebijakan yang berdampak bagi masyarakat“Jadi lebih mengingatkan masyarakat untuk lebih aware dengan data, terutama statistik resmi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Dalam membuat kebijakan yang berdampak kepada masyarakat umum, ternyata semuanya berdasar pada data,” tandasnya.
Sementara itu, narasumber yang juga Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Barat, Muhammad Noval, mengatakan statistik sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari hal sederhana seperti menghitung nilai rata-rata hingga menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan.“Statistik itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sampai kepada pengambilan kebijakan, misalnya indikator ekonomi dan sosial, angka pengangguran, kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan yang dipakai untuk mengambil kebijakan publik,” ujar Noval.Menurutnya, literasi statistik juga penting untuk membantu masyarakat menyaring informasi dan menghindari hoaks. Masyarakat diimbau memperhatikan sumber, waktu penerbitan, metodologi, serta konsep data sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.“Ketika kita menerima informasi, kita harus lihat sumbernya dulu. Kalau sumbernya dari lembaga atau instansi pemerintah maupun lembaga yang kredibel, itu informasi yang bisa diambil. Kita juga harus melihat data itu kapan dikeluarkan, berbicara tentang kondisi tahun berapa, kemudian melihat metodologi dan konsep definisinya,” pungkasnya. (Lam)





