180 siswa program Sekolah Kembali yang diinisiasi Suku Dinas Pendidikan 1 Jakarta Barat, akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua hari, Selasa (28/7) dan Kamis (30/7). MPLS diisi dengan pengenalan para pengajar, tutor, peduli lingkungan, serta sekolah aman dan nyaman.
"Selain diisi dengan pengenalan para pengajar, tutor, para siswa juga diisi dengan pengenalan peduli lingkungan dan sekolah aman serta nyaman," ujar Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat, Agus Ramdhani, pada kegiatan pembukaan MPLS program Sekolah Kembali di SDN Mangga Besar 15, Taman Sari, Selasa (28/7).
Untuk pengenalan peduli lingkungan, lanjut Agus Ramdhani, siswa juga diajarkan cara pemilahan sampah organik dan organik, menanam tanaman dengan metode urban farming serta penerapan prilaku hidup bersih dan sehat.
Di tempat yang sama, Meilisa, salah satu siswa program Sekolah Kembali mengaku senang bisa mengikuti MPLS di SDN Mangga Besar 15.
"Sebelumnya saya mondok di pesantren, ada dua tahun. Terus, saya gak betah mondok, selain itu juga karena faktor ekonomi orangtua. Sekarang, saya senang bisa ikut program sekolah kembali," ujarnya.
Dalam program Sekolah kembali, Meilisa mengikuti pendidikan Paket B atau setara SMP. Ia akan sungguh-sungguh mengikuti proses belajar dan mengajar demi mengejar cita-cita menjadi pengusaha.
"Saya berharap bisa mengikuti sekolah kembali agar bisa meraih cita-cita. Kalo cita-cita saya menjadi pengusaha. Terimakasih kepada Dinas Pendidikan yang telah melaksanakan sekolah kembali, sehingga bisa sekolah tanpa dipungut biaya," jelasnya.
Senada dengan Sulaeman, siswa yang mengikuti pendidikan Paket B "Sekolah Kembali" mengaku senang bisa melanjutkan pendidikan demi mengejar cita-cita menjadi pengusaha.
Sebelumnya, siswa yang menyukai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ini pernah mengenyam pendidikan di SDN 03 Jatipulo. Namun, dirinya tak bisa melanjutkan ke SMP karena faktor ekonomi keluarga.
"Saya terpaksa gak sekolah demi membantu orangtua bekerja di konveksi. Terlebih, ketika wabah covid-19, tempat usaha konveksi langsung drop," ujarnya.
Melalui program sekolah kembali, Sulaeman mengaku senang dan sungguh-sungguh belajar. "Mudah-mudahan, saya bisa menyelesaikan sekolah hingga jenjang yang lebih tinggi lagi," tambahnya. (why)






