Perangkat Kelurahan Cengkareng Barat telah melakukan koordinasi dengan Sudis Sumber Daya Air (SDA) Jakbar untuk penanganan genangan sebagai dampak pembangunan pintu air Kali Apuran di lingkungan RW 06 Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng.
Hal itu terungkap dalam pertemuan antara aparatur Kelurahan Cengkareng Barat, Satpel SDA Kecamatan Cengkareng, PT Jaya Konstruksi, LMK, dan pengurus RW 06. Pertemuan membahas permasalahan pembangunan pintu air Kali Apuran di Aula Kantor Kelurahan Cengkareng Barat.
Lurah Cengkareng Barat, Mustika Berliantoro mengatakan bahwa pihaknya telah membahas permasalahan genanganan sebagai dampak pembangunan pintu air Kali Apuran.
"Kami sudah rapatkan dengan Sudis SDA Jakbar, dengan penyedianya, RW dan warga. Kemudian kita cari solusi dari kendala di lapangan. Dan, kami minta sesegara mungkin aksi di lapangan. Karena ini saya bilang sudah darurat, nggak bisa dibiarkan, mereka bisa kena penyakit. Nggak bisa ditunda, jadi saya minta segera lakukan (penyedotan genangan)," ujarnya.
Selain itu, ia meminta agar Sudis SDA mengaktifkan semua pompa air, termasuk koordinasi dengan pihak jalan tol agar fungsi saluran air berjalan normal.
"Kami minta mereka (Sudis SDA Jakbar) koordinasi dengan pihak jalan tol untuk memastikan genangan yang dibuang ke gorong-gorong kolong tol berfungsi normal," jelasnya.
Sementara itu, Ketua RW 06 Cengkareng Barat, Suroto menyampaikan bahwa pihaknya telah mengingatkan kepada PT Jaya Konstrusi terkait proyek pengerjaan pintu air yang menimbulkan dampak buat masyarakat.
"Seluruh masyarakat RW 06 mengalami banjir akibat adanya pembangunan pintu air. Genangan terjadi mulai dari awal kontruksi dan penangananya tidak pernah tuntas," ujarnya.
Kendati demikian, lanjut Suroto, warga RW 06 meminta kerja nyata dari semua yang terlibat untuk menanggulangi genangan akibat dari pembangunan pintu air tersebut.
"Kami akan terus menyuarakan dan memperjuangan agar penanganan banjir yang timbul akibat adanya pembangunan dilakukan secara cepat dan tidak ada lagi dampak yang timbul di kemudian hari," pungkasnya.
Sebagai informasi, sebuah unggahan di media sosial, semenjak pembangunan pintu air di Kali Apuran Cendrawasih, dan mulai dibendung, itu semua warga RW 06 Cengbar mengeluh karena tidak ada saluran di wilayah RW 06 dan kali pun penuh sehingga sampai saat ini masih meluap.
Menurutnya, pengurus sudah melaporkan terkait genangan air di seluruh rumah warga RW 06 yang masih tergenang sampai saat ini, dan kondisi air pun tidak memungkikan kotor dan bau sekali, dengan kondisi air seperti ini bisa menganggu kesehatan warga dan dapat menimbulkan penyakit. (why)





