Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan rasa syukur karena berbagai kegiatan keagamaan di Jakarta dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh toleransi sepanjang tahun, mulai perayaan hari besar keagamaan seperti Natal, Imlek, hingga Nyepi yang dapat terselenggara dengan baik.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama tokoh masyarakat dan warga Jakarta Barat yang dirangkai dengan santunan kepada 200 anak yatim dan dhuafa di Gelanggang Remaja Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (16/3).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua, Anggota DPR RI Komisi VIII Erwin Aksa, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, serta para camat dan lurah se-Kecamatan Cengkareng.
“Saya sungguh-sungguh bersyukur, semuanya sekarang ini berjalan dengan aman, nyaman, baik. Bahkan ketika kita menyelaraskan acara-acara keagamaan, misalnya mulai dari bulan Desember kita mengadakan Christmas Carol Kolosal di Sudirman–Thamrin, kemudian kita menyelenggarakan Imlek, dan Alhamdulillah berjalan dengan baik. Kemarin juga menyambut Nyepi kita ada pawai ogoh-ogoh,” ujar Pramono.
Ia menambahkan, memasuki bulan suci Ramadan hingga Idulfitri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menghadirkan berbagai ornamen dan kegiatan yang mencerminkan nuansa keislaman di seluruh wilayah Jakarta.
“Begitu memasuki bulan Ramadan dan juga Idulfitri, sekarang hiasan ornamen di seluruh Jakarta warna keislamannya tercermin. Bahkan pada malam Idulfitri nanti pemerintah DKI Jakarta akan menyelenggarakan Car Free Night dan juga mengizinkan pawai obor sekitar lima ribu peserta,” katanya.
Pramono juga mengungkapkan sejumlah program yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk menyambut Idulfitri, di antaranya transportasi umum gratis selama dua hari yang mencakup MRT, LRT, TransJakarta, TransJabodetabek, Jaklingko hingga Mikrotrans.
“Semua transportasi yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta gratis. Bahkan bagi ibu-ibu yang anaknya memegang kartu KJP, masuk Ancol, Ragunan, dan Monas juga gratis,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mengusung tema “Mudik ke Jakarta” untuk memberikan ruang bagi warga yang tidak pulang kampung agar tetap dapat menikmati suasana Idulfitri di ibu kota.
“Pemerintah DKI Jakarta juga akan memberikan keringanan pajak bagi pusat perbelanjaan dan perhotelan sehingga nanti ada pesta diskon sampai 70 persen,” tambahnya.
Meski mengusung tema tersebut, Pemprov DKI Jakarta tetap memfasilitasi warga yang ingin pulang kampung melalui program mudik gratis dengan lebih dari 750 bus yang disiapkan untuk sekitar 30 ribu pemudik.
Pramono berharap kegiatan buka puasa bersama serta santunan anak yatim ini membawa keberkahan dan memperkuat kepedulian sosial masyarakat Jakarta.
“Saya mendoakan kegiatan buka puasa bersama ini serta santunan anak yatim sore hari ini memberikan berkah, memberikan kenyamanan, sekaligus menjadi bukti kepedulian sosial kita. Mudah-mudahan Jakarta selalu aman dan nyaman bagi kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menyelesaikan setiap persoalan di lingkungan dengan cara musyawarah.
“Pada hari puasa ini kita masih diberikan nikmat sehat. Semoga kita terus diberikan kekuatan untuk menjemput hari kemenangan. Hari ini kita sangat bangga karena bisa duduk bersama tanpa melihat suku, agama maupun ras. Jakarta ini adalah Jakarta untuk semua,” kata Inggard.
Menurutnya, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
“Kesempatan ini kita gunakan untuk bersilaturahmi dan berbuat kebaikan agar Jakarta tetap kondusif. Kita juga harus mendukung pemerintah agar suasana tetap tenang dan tidak menambah keresahan di masyarakat,” pungkasnya. (Lam)






