Sebanyak dua titik lubang biopori dibuat untuk mendukung gerakan pilah sampah di kawasan Taman Interaktif RW 05, Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat.
Kasi Ekbang Kelurahan Kota Bambu Utara, Nazaruddin, menjelaskan pembuatan lubang biopori dilakukan oleh petugas PPSU Kelurahan Kota Bambu Utara yaitu dengan membuat dua titik biopori berkapasitas masing-masing 80 liter.
"Lubang Bioporin ini bertujuan meningkatkan daya resap air, mengurangi genangan, sekaligus mendukung pengolahan sampah organik," katanya sesuai data yang diterima, Sabtu ( 16/5).
Nazaruddin mengatakan pembuatan lubang biopori menjadi salah satu langkah nyata dalam mengurangi volume sampah organik yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.“Biopori tidak hanya membantu penyerapan air, tetapi juga menjadi media pengolahan sampah organik rumah tangga agar lebih bermanfaat bagi lingkungan. Ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Instruksi Gubernur tentang pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber,” ujar Nazaruddin.Sementara itu, Kasi Ekbang Kecamatan Palmerah, Titin, mengungkapkan dirinya mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, pengurus wilayah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan di tingkat kewilayahan.“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain agar masyarakat semakin sadar pentingnya mengelola sampah organik sejak dari rumah,” pungkasnya. (kontri)






