Sebanyak 80 peserta dari mahasiswa beberapa perguruan tinggi di wilayah Jakarta Barat mengikuti Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) tahun 2026, di Ruang Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota Jakbar, Kamis (18/6).
Mewakili Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, kegiatan dibuka Sekretaris Kota (Seko) Jakbar Firmanudin Ibrahim. Narasumber menghadirkan Wakil Direktur Kemahasiswaan Politeknik STIA LAN Jakarta, Edy Sutrisno, Ketua Bidang Partisipasi Pengembangan Daerah HMI cabang Jakbar, Niha Nihaya, dan moderator oleh Katarina Kriheni Wijayanti, alumni Duta Bahasa (Ikadubas) DKI.
Kepala Suban Kesbangpol Jakarta Barat, Tumpal Hasiholan, menyebut kegiatan diikuti sebanyak 80 peserta dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tujuh pergurusn tinggi. Yakni Universitas Trisakti, Esa Unggul, Mercu Buana, Tarumanagara, Bina Nusantara, Kristen Krida Wacana dan Institut Teknologi PLN.
Dijelaskan Tumpal, kegiatan dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bela Negara di kalangan mahasiswa melalui dialog kebangsaan yang melibatkan pemerintah, akademisi, praktisi, dan organisasi kepemudaan.
Adapun tujuannya, meluruskan pemahaman tentang bela negara sebagai konsep yang mencakup aspek non militer. Memberikan pemahaman tentang tupoks Wali Kota dan pembagian kewenangan antar dinas, sehingga mahasiswa tidak salah kaprah dalam menilai kebijakan.
“Selain itu, mendorong mahasiswa untuk mendukung program-program Wali Kota Jakarta Barat, dan membangun jejaring kolaborasi antara BEM perguruan tinggi dengen pemeritah kota,” kata Tumpal.
Sementara itu, membacakan sambutan Wali Kota Jakbar Iin Mutmainnah, Seko Firmanudin Ibrahim mengatakan mahasiswa meiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Melalui pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian sosial, mahasiswa dapat berkontibusi dalam berbagai kegiatan yang memperkuat persatuan.
“Meningkatkan literasi digital, menjaga lingkungan serta membangun dialog yang inklusif di tengan keberagaman masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir berbagai gagasan, masukan dan kolaborasi yang dapat memperkuat hubungan pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun Jakarta Barat yang semakin maju, harmonis, dan berdaya saing,” ujarnya. (Aji)






