page loader

BERITAKota Administrasi Jakarta Barat

Wakil Walikota Musnahkan Mie Mengandung Formalin

15 Mei 2019
| | |
|
  CETAK
Wakil Walikota Musnahkan Mie Mengandung Formalin

Pemkot Jakarta Barat menggelar pemeriksaan makanan berbuka puasa (takjil) di Jalan Baru Cengkareng Timur, tepatnya samping  RSUD Cengkareng, Rabu (15/5) sore. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah makanan mengandung zat berbahaya.

Pemeriksaan makanan takjil di wilayah Cengkareng Timur, dipimpin langsung Wakil Wali Kota Jakarta Barat, M. Zen yang didampingi Asisten Kesra, Amin Haji, Kepala Sudis Kesehatan, Dr. Kristi Watini dan sejumlah pejabat Pemkot Jakbar lainnya.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, M. Zen menjelaskan, tim gabungan pemeriksaan pangan Jakarta Barat, mengambil sekitar 20 sampel makanan berbuka puasa. Dalam uji laboratorium, petugas menemukan sejumlah makanan takjil yang mengandung zat berbahaya.

Ada dua jenis temuan makanan yang mengandung zat berbahaya, yakni mie kuning dan pacar cina. Kedua  jenis makanan ini masing-masing mengandung zat formalin dan zat perwarna tekstil rodhamine B. “Mie kuning kita dapatkan dari penjual soto mie. Dimana, mie kuningnya mengandung zat pengawet berupa formalin. Sedangkan minuman pacar cina mengandung zat pewarna. Zat pewarna ini biasa dipakai untuk pewarna tekstil,” jelas M. Zen.

Menurutnya, hasil temuan makanan mengandung zat berbahaya ini segera ditindaklanjuti. Selain membeli dan memusnahkan, tim gabungan Sudis Kesehatan Jakbar  melakukan pembinaan kepada pedagang.

Tim gabungan juga akan menelusuri asal makanan itu diperoleh hingga  lokasi pembuatannya (pabrik).  “Kita akan telusuri darimana asal muasal makanan ini didapatkan. Sementara penjualnya mendapatkan pembinaan dari petugas,” tambahnya.

Terkait hasil temuan itu, Kepala Sudis Kesehatan Jakarta Barat, Kristi Watini memaparkan ciri-ciri makanan yang mengandung zat berbahaya. “Secara kasat mata, misalnya: mie kuning, warnanya  terlihat lebih terang dan teksturnya kenyal.  Sama juga dengan pacar cina yang mengandung zat pewarna tekstil. Warnanya terlihat lebih terang,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, tim gabungan pemeriksaan dan pengawasan pangan aman Sudis Kesehatan Jakarta Barat, melakukan sosialisasi kepada pedagang. Sosialisasi dilakukan dengan cara membagi-bagikan brosur berisi ciri-ciri makanan yang mengandung zat berbahaya. (why)




client logo
client logo
client logo
client logo
client logo
client logo