page loader

BERITAKota Administrasi Jakarta Barat

Petugas Dinas LH: Mau (maaf) Muntah Angkat Kasur

15 April 2019
| | |
Y
|
  CETAK
Petugas Dinas LH: Mau (maaf) Muntah Angkat Kasur

Sejumlah petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, ini bersusah payah mengangkut tumpukan sampah dari saluran penghubung (Phb) di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Paling berat saat mengangkat sampah kasur.

Syarifuddin, petugas UPK Badan Air menjelaskan,jenis sampah yang diangkut dari saluran penghubung beragam. Mulai sampah plastik, botol, kayu hingga kasur. Ia pun prihatin dengan prilaku masyarakat yang membuang sampah di saluran penghubung.  

Untuk mengangkut sampah, Syarifuddin tidak sendirian. Ia dibantu dua temannya. Mengangkut sampah yang tersendat di kubus apung penyekat sampah atau HDPE (High Density Polyethelene). “Kami angkut sampah ke kubus ini sebelum diangkut ke kendaraan sampah. Bila tidak diangkut, aliran kali dapat tersendat,” ujarnya saat pembersihan sampah kali di jembatan Perkutut, Senin (15/5)pagi.

Syarifuddin sempat berkeluh kesah ketika berupaya mengangkat sampah kasur dari saluran penghubung tersebut. “Saya mual-mual, mau (maaf)muntah saat angkat kasur. Berat dan bau busuk. Karena ini tugas, saya angkut kasur itu,” tuturnya.

Sementara itu, Tim Media Sosial UPK Badan Air DKI Jakarta, Apit Raharjo mensinyalir ulah warga yang tinggal di sepanjang aliran Phb di Tegal Alur yang sengaja membuang sampah ke kali. "Tolong masyarakat jangan lagi membuang sampah ke kali karena bisa memicu banjir dan genangan. Jadi stop buang sampah ke kali," ujar Adit.

Ia menambahkan, petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berhasil mengangkat sekitar 5 m3 sampah dari saluran air di Tegal Alur. Kemudian sampah dibuang ke implasmen di wilayah Kembangan. (why)




client logo
client logo
client logo
client logo
client logo
client logo