page loader

BERITAKota Administrasi Jakarta Barat

Pemkot Jakbar Terus Tanggulangi Kasus DBD

13 Maret 2019
| | |
|
  CETAK
Pemkot Jakbar Terus Tanggulangi Kasus DBD

Pemkot Jakarta Barat terus melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi kasus DBD, terutama menekan laju jumlah kasus DBD.

“Bila melihat laporan Sudis Kesehatan, kasus DBD umumnya  yang terkena anak sekolah. Untuk itu perlu kita cermati dan evaluasi. Butuh upaya termasuk terobosan/inovasi dalam menanggulangi kasus DBD. Semua itu tentunya memerlukan adanya kesinambungan, dalam rangka menekan laju jumlah kasus DBD,”ujar H. Eldi Andi, Sekretaris Kota Jakarta Barat, saat memimpin Monitoring & Evaluasi (Monev) kasus DBD di kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu (13/3)pagi.

Menurutnya, penanggulangan kasus DBD tak hanya dilakukan pemerintah, tapi juga menggerakkan semua potensi masyarakat, mulai dari RT, RW, LMK, tokoh masyarakat dan sebagainya.  Mereka diminta untuk memerangi kasus DBD dengan aktif melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Eldi Andi mencontohkan, pelaksanaan gerebek PSN di wilayah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, jumat lalu. Di mana, ia meminta langsung warga untuk menjadi jumantik. “Ketika memeriksa kolam bak mandi rumah warga, saya melihat banyak jentik nyamuk. Tapi, saya minta langsung pemilik rumah untuk melihat jentik-jentik nyamuk. Semua ini dilakukan, agar mereka ikut tergerak untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melakukan 3M Plus,”ujarnya.

Dalam Monev kasus DBD tersebut, Camat Kalideres, Naman Setiawan, memberikan laporan sekaligus evaluasi terkait kasus DBD di wilayah Kecamatan Kalideres. Selain data kasus DBD, juga adanya upaya yang dilakukan kecamatan Kalideres dalam menanggulangi penyakit demam berdarah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat kebijakan pembuatan larvitrap atau perangkap larva. Larvitrap adalah perindukan nyamuk buatan yang berfungsi menjadi tempat nyamuk aedes aegypti bertelur yang terbuat dari botol air mineral.

Setelah telur berkembang menjadi larva, kemudian larva bergerak ke dasar dan terperangkap di bawah kasa. Sehingga larva tersebut tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa. Kalau pun menjadi nyamuk tidak akan bisa keluar lagi sehingga mati dengan sendirinya.

“Kami sudah membuat kebijakan terkait pembuatan larvitrap. Jadi setiap rumah warga memiliki 4 larvitrap, dua disimpan depan rumah dan dua lagi di ruangan rumah,”ujarnya.

Selain larvitrap, terobosan lain yang dilakukan pihak kecamatan Kalideres adalah pembuatan aplikasi Jumantik Online Mandiri (JOM). Aplikasi ini dipakai untuk pelaporan para kader jumantik dalam memeriksa jentik-jentik nyamuk.  (why)    




client logo
client logo
client logo
client logo
client logo
client logo